Kota Tasikmalaya Krisis Venue Konser, Eks Terminal Cilembang Masih Jadi Wacana Lama

krisis venue konser di Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kota Tasikmalaya kembali memperlihatkan ironi lama: geliat musik hidup, tapi panggungnya serba darurat.

Di tengah antusiasme musisi dan promotor yang terus menyala, ketersediaan venue konser yang layak justru masih minim—kalau tak mau dibilang stagnan.

Selama ini, ruang publik disulap seadanya. Lapangan, halaman, hingga tempat yang jauh dari standar teknis pertunjukan, dipaksa menjadi panggung. Kreativitas memang jalan, tapi fasilitas seolah jalan di tempat.

Baca Juga:Yang Berpengalaman di Kota Tasikmalaya Berkumpul, yang Berkuasa Menghilang!Bertemu Para Mantan Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Akui Komunikasi Belum Ideal

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, angkat suara. Ia mengaku ide pemanfaatan eks Terminal Cilembang sebagai venue konser bukan barang baru.

Bahkan, usulan itu sudah ia lontarkan jauh sebelum duduk di kursi pemerintahan.

“Dulu saya sudah sampaikan ke Pak Cecep, Bupati Tasikmalaya, saat masih di Bappeda. Supaya lokasi itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan event,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Diky yang pernah hidup dari jalanan sebagai musisi memahami betul denyut kebutuhan panggung.

Baginya, eks Terminal Cilembang bukan sekadar lahan mangkrak, tapi potensi yang terlalu lama dibiarkan tidur.

Menariknya, status aset milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak dianggap sebagai batu sandungan.

Justru, menurutnya, itu bisa menjadi peluang kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Retribusi silakan jadi bagian Pemkab Tasikmalaya. Sementara Pemkot Tasikmalaya mendukung dari sisi perizinan,” katanya.

Baca Juga:Pintu Air Gunung Mindi Jadi Biang Banjir di Cilalang Kota Tasikmalaya, PUTR Bongkar Patok SampahSaat Mobil Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diketuk- Ketuk!

Namun, seperti banyak gagasan lain di Kota Tasikmalaya, ide ini seolah terjebak dalam rutinitas klasik: wacana yang berputar tanpa ujung.

Komunikasi lintas instansi sudah dilakukan, termasuk dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Hasilnya? Masih sebatas harapan.

“Sudah bicara juga dengan Kadispora Provinsi Jabar. Harapannya ada pembahasan bersama,” ungkapnya.

Padahal, jika serius digarap, kawasan eks Terminal Cilembang bisa menjelma menjadi ruang kreatif baru—bukan hanya konser, tapi juga pusat kegiatan budaya.

Bahkan, ada rencana menyentuh aspek sejarah dengan menjadikan pendopo di kawasan itu sebagai Museum Sukapura.

Sayangnya, lagi-lagi, Kota Tasikmalaya seperti sedang menunggu keberanian untuk benar-benar memulai.

Di saat kota lain berlomba membangun ruang ekspresi, Tasikmalaya masih sibuk berdiskusi dengan bayangannya sendiri. (firgiawan)

0 Komentar