Belasan Makam di TPU Cieunteung Rusak Tertimpa Pohon saat Kota Tasikmalaya Diterjang Cuaca Ekstrem

makam rusak tertimpa pohon di Kota Tasikmalaya
Petugas BPBD saat mengevakuasi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang merusak belasan makan di TPU Cieunteung Kota Tasikmalaya, Senin (6/4/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Cuaca ekstrem kembali menyisakan “utang” penanganan di Kota Tasikmalaya. Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Cihideung pada Minggu sore (5/4/2026) tak hanya menumbangkan pohon, tetapi juga merusak belasan makam di TPU Cieunteung.

Sejumlah nisan retak, bergeser, bahkan nyaris hilang tertutup batang dan ranting pohon besar yang tumbang hampir bersamaan.

Ironisnya, pohon-pohon yang roboh itu bukan pemain baru—melainkan “veteran tua” yang sejak lama berdiri, namun luput dari perhatian perawatan.

Baca Juga:THR TPP ASN Kota Tasikmalaya Mentok 50 Persen, Sisanya Dipastikan Tak CairYang Berpengalaman di Kota Tasikmalaya Berkumpul, yang Berkuasa Menghilang!

Pengurus makam, Aris Hidayat, mengungkapkan pohon-pohon tersebut memang sudah berusia tua dan sebagian akarnya rapuh.

“Pohonnya sudah tua, akarnya juga ada yang keropos. Jadi begitu hujan deras dan angin kencang, langsung tumbang dan menimpa makam,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menuturkan, cuaca berubah drastis menjelang sore. Hujan turun deras disertai angin kencang yang membuat pohon-pohon besar tak mampu bertahan.

“Kejadiannya cepat. Hujan deras, angin kencang, lalu pohon tumbang hampir bersamaan,” katanya.

Pendataan sementara mencatat lebih dari 10 makam mengalami kerusakan berat. Namun angka itu masih bersifat sementara.

Sejumlah makam belum bisa diidentifikasi lantaran masih tertutup material pohon yang belum sepenuhnya dievakuasi.

“Yang terlihat sudah lebih dari 10 makam rusak berat. Tapi belum bisa dipastikan totalnya karena masih tertutup batang dan ranting,” jelas Aris.

Baca Juga:Bertemu Para Mantan Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Akui Komunikasi Belum IdealPintu Air Gunung Mindi Jadi Biang Banjir di Cilalang Kota Tasikmalaya, PUTR Bongkar Patok Sampah

Laporan kejadian ini telah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya.

Hingga Senin, petugas masih berjibaku mengevakuasi batang dan ranting, sekaligus mendata jumlah pasti makam yang terdampak.

Di tengah proses evakuasi, suasana TPU Cieunteung juga diwarnai kedatangan keluarga ahli waris yang cemas.

Mereka datang untuk memastikan kondisi makam kerabatnya—sebuah pemandangan yang memperlihatkan bahwa dampak bencana tak hanya soal fisik, tetapi juga emosional.

Salah satunya Neng Olis, yang mengaku menemukan empat makam rusak di area yang ia jaga.

“Saya dapat amanah dari keluarga di Jakarta untuk menjaga makam. Tadi dicek, ada empat makam rusak tertimpa pohon,” ungkapnya.

0 Komentar