TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Silaturahmi lintas generasi di Kota Tasikmalaya kembali digelar. Bukan sekadar temu kangen, forum ini menjelma jadi cermin—yang memantulkan satu hal yang masih retak: komunikasi di lingkar kekuasaan.
Bertempat di kediaman Hj. Tien Kartini, Minggu (5/4/2026), suasana hangat memang terasa.
Para “pinisepuh” hadir lengkap—dari mantan Bupati Tasikmalaya H. Suljana WH (1996–2001), Ibu Adang Roosman (1986–1996), hingga deretan mantan Wali Kota seperti Syarief Hidayat, Budi Budiman, dan H.M. Yusuf serta mantan Wakil Wali Kota Dede Sudrahat.
Baca Juga:Bertemu Para Mantan Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Akui Komunikasi Belum IdealPintu Air Gunung Mindi Jadi Biang Banjir di Cilalang Kota Tasikmalaya, PUTR Bongkar Patok Sampah
Nama-nama yang pernah memegang kendali arah Tasikmalaya, kini duduk satu meja, menyatukan pengalaman.
Mantan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menyebut pertemuan ini bukan sekadar nostalgia.
Lebih dari itu, ia menjadi ruang berbagi pengalaman lintas generasi—sesuatu yang tak bisa dibeli atau dipelajari instan.
“Pengalaman itu tidak hanya bisa dibaca atau dipelajari. Tapi harus dilewati,” ujarnya.
Nada yang sama juga mengandung pesan: bahwa Kota Tasikmalaya tak boleh kehilangan arah hanya karena lupa belajar dari masa lalu.
Ia menegaskan, para sepuh selalu siap hadir memberi dorongan agar Kota Tasikmalaya bisa lebih maju dari era kepemimpinan sebelumnya.
Sebuah sindiran halus—atau mungkin keras—bagi mereka yang kini memegang kendali.
Baca Juga:Saat Mobil Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diketuk- Ketuk!Dangdut Menyatukan yang Berbeda Usia!
Namun di tengah forum penuh pengalaman itu, satu kursi terasa kosong: kursi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.
Ketidakhadirannya memunculkan tanda tanya, di saat para mantan pemimpin justru berusaha hadir dan menyatukan perspektif.
“Harapan kita beliau bisa hadir, supaya semua Generasi bisa berbagi pengalaman,” terangnya.
“Ada pepatah yang berharga: Pengalaman itu tidak hanya bisa dibaca, dipelajari atau dibeli. Tetapi pengalaman itu harus kita lewati. Para pinisepuh Tasikmalaya yang hadir tentu masing-masing punya pengalaman berharga selama dinas di pemerintahan,” sambungnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, yang hadir dalam forum tersebut mewakili Viman, memilih tidak menutup-nutupi realitas. Di hadapan para seniornya, ia justru membuka ruang evaluasi.
“Saya meminta maaf, bilamana pola komunikasi ‘junior–senior’ masih jauh dari yang diharapkan,” tuturnya.
