TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Penguatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas relawan dapur. Sinergi antara SPPG, SPPI, yayasan, serta pemilik dapur menjadi fokus utama untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat semakin optimal, baik dari sisi kualitas makanan maupun pengelolaan dapur.
Pembina Yayasan Mitra SPPG, Raden Ucu Supriatna, menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak dapat bergantung pada satu pihak saja, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur yang terlibat.
Menurutnya, yayasan memegang peran penting dalam memastikan program berjalan sesuai tujuan, mulai dari tata kelola dapur, kualitas bahan pangan, hingga penyajian makanan bergizi.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Ini harus didukung oleh semua pihak. Itu merupakan bentuk tanggung jawab dari yayasan,” ujarnya kepada Radar, Sabtu 4 April 2026.
Upaya konkret yang dilakukan yakni melalui kegiatan silaturahmi dan pembekalan yang difokuskan pada peningkatan kapasitas relawan dapur. Dalam kegiatan tersebut, tenaga ahli gizi menjadi ujung tombak dalam penyusunan menu sehat, seimbang, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Untuk memperkuat kompetensi, panitia menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya Ketua Persatuan Ahli Gizi tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Materi yang disampaikan mencakup standar kebutuhan gizi, penyusunan menu sehat, hingga pemilihan bahan makanan yang tepat agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal,” ujarnya.
Selain aspek gizi, relawan juga dibekali pemanfaatan media digital, termasuk peran konten kreator dalam menyebarluaskan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi terkait pola makan sehat, aktivitas dapur MBG, serta menu bergizi melalui media sosial.
Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui pelatihan teknis memasak oleh chef profesional. Pelatihan ini menitikberatkan pada teknik pengolahan bahan makanan menjadi sajian yang sehat, menarik, dan tetap memenuhi standar gizi.
“Kami ingin meng-upgrade kesiapan dapur. Sehingga ke depan setiap dapur bisa menampilkan menu yang bergizi bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Saat ini, sekitar 100 SPPG dari wilayah Tasikmalaya, Pangandaran, dan Banjar telah tergabung dalam kolaborasi tersebut. Jumlah tersebut menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan layanan dapur MBG di Priangan Timur.
