BPBD Pangandaran Waspadai Potensi Terjadinya Gempa Megathrust

pantai batukaras pangandaran, bencana gempa megathrust
Wisatawan saat melakukan aktivitas di Pantai Batukaras beberapa waktu lalu
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Gempa megathrust menjadi salah satu ancaman yang berpotensi terjadi tanpa bisa diprediksi. Termasuk di Kabupaten Pangandaran yang identik dengan kawasan wisata pantai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran memberikan imbauan kepada masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa megathrust.

Potensi gempa megathrust ini telah mencuat sejak beberapa tahun lalu dan.menjadi topik hangat di kalangan masyarakat pesisir, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian BanjirRumah Ono Surono Digeledah KPK Saat Dirinya Konsolidasi Partai di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menegaskan bahwa potensi megathrust merupakan ancaman nyata bagi wilayah selatan Jawa, terutama di Pangandaran. “Belum ada teknologi atau ahli yang mampu memprediksi secara tepat kapan guncangan besar tersebut akan melanda,” katanya kepada Radar Minggu (5/4/2026).

Potensi gempa megathrust itu ada, namun yang bisa dilakukan saat ini, adalah melakukan mitigasi bencana, tentunya oleh semua kalangan.

Dodo menilai langkah antisipatif menjadi kunci utama, terutama bagi penduduk yang bermukim di kawasan pantai yang memiliki risiko tinggi terdampak gempa dan tsunami. Ia mendorong masyarakat untuk tidak hanya waspada, tetapi juga memahami secara mendalam langkah-langkah mitigasi bencana secara mandiri.

BPBD mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Warga diharapkan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui saluran komunikasi BPBD guna mendapatkan pembaruan situasi kebencanaan yang akurat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap hati-hati dan selalu waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.

Selain kesiapsiagaan mental, Dodo menginstruksikan warga untuk mengenali kembali jalur evakuasi serta titik kumpul yang telah tersedia di lingkungan masing-masing. Pengetahuan mengenai rute penyelamatan diri ini sangat krusial untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa jika bencana datang tiba-tiba.

BPBD berharap peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan kolektif ini dapat menekan dampak buruk dari potensi bencana megathrust. “Dengan masyarakat yang terlatih, Pangandaran akan memiliki ketahanan yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa depan,” pungkasnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar