Status IAIT Naik, Resmi Bertransformasi Jadi UNITAS

IAIT resmi jadi UNITAS Tasikmalaya
Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis, Dr. Asroi, M.Pd, menyerahkan surat keputusan kepada Rektor IAIT yang kini menjabat sebagai Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag, Kamis (2/4/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dunia pendidikan tinggi di Tasikmalaya kembali bergerak. Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) setelah mengantongi Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2026.

Status naik, ekspektasi pun ikut terangkat—bukan sekadar papan nama baru di gerbang kampus.

Surat keputusan tersebut diserahkan di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, oleh Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama Diktis, Dr. Asroi, M.Pd, kepada Rektor IAIT yang kini menjabat sebagai Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:Banjir Cikalang Kota Tasikmalaya Rendam Puluhan Rumah, Viman Siapkan SolusiLampu Merah Padam, Wali Kota Tasikmalaya Ikut Menyala!

Penyerahan ini menjadi penanda formal bahwa proses panjang transformasi kelembagaan akhirnya “lulus verifikasi” negara.

Perubahan dari institut menjadi universitas bukan sekadar urusan nomenklatur yang dipoles rapi. Di baliknya, ada konsekuensi akademik dan tata kelola yang lebih kompleks.

UNITAS kini dituntut membuka spektrum keilmuan yang lebih luas, mengintegrasikan ilmu keislaman dengan sains dan teknologi, sekaligus menjawab kebutuhan zaman yang terus bergerak—kadang lebih cepat dari kurikulum.

Rektor UNITAS, Dr. Ade Zaenul Mutaqin, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja kolektif civitas akademika. Namun ia juga mengingatkan, status baru bukan garis finis, melainkan garis start yang lebih panjang.

“Ini bukan sekadar perubahan nama. Ini pengakuan atas kinerja, sekaligus tantangan besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola, riset, dan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Jumat (3/4/2026).

Di balik euforia perubahan, tantangan strategis sudah menunggu di depan gerbang kampus.

Penguatan mutu akademik menjadi pekerjaan rumah utama—dari peningkatan akreditasi hingga kualitas program studi.

Baca Juga:19 Titik Banjir, 2 Pohon Tumbang, 4 Kerusakan Rumah dan Infrastruktur: Hujan Ekstrem di Kota TasikmalayaHujan Ekstrem Sore Hari, Jalur Pusat Pertokoan di Kota Tasikmalaya Banjir Genangan

Riset dan publikasi ilmiah juga tak bisa lagi sekadar formalitas demi laporan tahunan; reputasi akademik kini dipertaruhkan di level nasional hingga internasional.

Transformasi digital pun tak bisa ditunda. Sistem pembelajaran dituntut adaptif terhadap generasi yang lebih akrab dengan layar daripada papan tulis.

Kampus tidak cukup hanya “go digital” secara perangkat, tapi juga harus berubah dalam cara berpikir dan mengajar.

Di sisi lain, daya saing lulusan menjadi indikator yang tak bisa ditawar. Dunia kerja tidak menunggu ijazah, tapi kompetensi.

0 Komentar