TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Niat sederhana seorang bocah kelas V SD untuk menemui neneknya di Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya berujung duka.
Perjalanan kaki yang mestinya jadi cerita masa kecil, berubah menjadi tragedi di atas rel kereta api.
Korban yang baru berusia 11 tahun, warga Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia diduga tertabrak kereta api Argo Wilis, Jumat (3/4/2026) pagi.
Baca Juga:Banjir Cikalang Kota Tasikmalaya Rendam Puluhan Rumah, Viman Siapkan SolusiLampu Merah Padam, Wali Kota Tasikmalaya Ikut Menyala!
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di jembatan rel Kampung Cidahu Kaler, RT 02/RW 09, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong.
Berdasarkan informasi paman korban, Deri, ponakannya bersama tiga rekannya berjalan kaki menyusuri rel kereta api dengan tujuan ke rumah neneknya di wilayah Cisayong.
Jalur rel—yang bagi orang dewasa saja berisiko—justru dipilih sebagai jalan pintas oleh anak-anak itu.
Saat tiba di jembatan rel, situasi mulai genting. Tiga anak berhasil menyeberang lebih dulu. Namun korban tertinggal di belakang.
Di saat bersamaan, kereta api Argo Wilis jurusan Bandung–Surabaya melaju kencang. Klakson panjang sudah dibunyikan—sebuah peringatan keras yang seringkali kalah oleh kepanikan.
Kereta pun sudah memberi tanda bahaya. Tapi korban diduga tidak sempat loncat ke samping rel seperti teman-temannya sehingga terjadi kecelakaan tersebut.
Usai kejadian, korban sempat berada di sisi rel. Teman-temannya yang panik berusaha menolong dengan cara menggotong korban mencari bantuan warga sekitar.
Baca Juga:19 Titik Banjir, 2 Pohon Tumbang, 4 Kerusakan Rumah dan Infrastruktur: Hujan Ekstrem di Kota TasikmalayaHujan Ekstrem Sore Hari, Jalur Pusat Pertokoan di Kota Tasikmalaya Banjir Genangan
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Cisayong segera datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Namun nyawa korban tak tertolong. Jenazah sempat dibawa ke RSUD dr Soekardjo namun tidak dilakukan autopsi atas permintaan keluarga.
“Ya benar, tadi ada kejadian tersebut,” singkat Kapolsek Cisayong Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hasan Basri.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras—rel kereta bukanlah jalur alternatif, apalagi untuk anak-anak.
Di tengah keterbatasan akses, seringkali keselamatan jadi taruhan yang terlalu mahal. (rezza rizaldi)
