Dalam Musrenbang ini juga dihimpun berbagai usulan tematik dari kecamatan. Mulai dari persoalan klasik seperti sampah dan banjir, hingga penguatan ekonomi lokal melalui sektor hortikultura, perikanan, dan UMKM.
Persoalan sampah sendiri masih menjadi sorotan. Timbulan sampah di Kota Tasikmalaya mencapai lebih dari 124 ribu ton per tahun, sementara pengelolaannya baru sekitar 83,94 persen.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya oleh pemerintah. Perlu partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga:THR ASN Kota Tasikmalaya Sudah Cair Penuh, Tapi Tunda Bayar Rp 12,6 Miliar Masih MembayangiJenazah Pria Ditemukan di Kamar Mandi Dadaha Kota Tasikmalaya
Viman mengingatkan agar Musrenbang tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan yang miskin makna.
“Jangan hanya jadi panggung formalitas. Ini momentum menyatukan langkah,” tegasnya.
Dengan berbagai capaian dan tantangan yang ada, Kota Tasikmalaya kini berdiri di persimpangan: antara angka-angka yang terlihat progresif dan realitas yang masih menuntut pembuktian. (rezza rizaldi)
