TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Setelah sempat bikin deg-degan menjelang Lebaran, tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tasikmalaya akhirnya cair penuh, kemarin Rabu (1/4/2026).
Namun, di balik kabar “lega” itu, masih tersisa pekerjaan rumah: tunda bayar alias P1 ke rekanan sebesar Rp 12,6 miliar yang belum juga lunas.
Kepala BPKAD Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, memastikan pencairan THR sudah diproses dan langsung masuk ke rekening masing-masing ASN.
Baca Juga:Jenazah Pria Ditemukan di Kamar Mandi Dadaha Kota TasikmalayaAlarm Kerja Nyata PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya dari Ono Surono
Penyaluran dilakukan serentak ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melalui Bank bjb.
“THR sudah kami distribusikan. Termasuk gaji, sisa TPP, dan gaji bulan berjalan. ASN bisa langsung mengecek rekening masing-masing,” ujar Tedi, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, total kebutuhan THR ASN Kota Tasikmalaya mencapai sekitar Rp 38,5 miliar.
Sebelumnya, menjelang Lebaran, baru tersalurkan sekitar Rp 24,98 miliar atau setengah dari TPP yang diterima ASN dan PPPK.
“Sisanya sekitar Rp 13,6 miliar sudah kami selesaikan kemarin Rabu,” terangnya yang ditemui usai, menghadiri Musrenbang RKPD 2027 di Aula Bappelitbangda.
Namun, di tengah kabar pencairan penuh itu, kondisi kas daerah rupanya belum sepenuhnya longgar.
Pemkot Tasikmalaya masih menyisakan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga dari pekerjaan tahun 2025.
Baca Juga:37 Prajurit Kodim Tasikmalaya Naik Pangkat, Dandim: Jangan Sekadar SimbolKetika Damkar Kota Tasikmalaya Jadi Ojek Kemanusiaan, Ibu Hamil Diantar Pulang karena Habis Ongkos
Dari total kewajiban Rp 47,8 miliar, masih tersisa Rp 12,6 miliar yang belum terbayar. Tedi tak menampik, kondisi fiskal di awal tahun memang belum ideal.
“Tunda bayar tinggal Rp 12,6 miliar. Kami mohon maaf kepada rekanan, pembayaran akan kami cicil dalam beberapa pekan ke depan,” tambahnya.
Ia menyebut, ruang fiskal di triwulan pertama memang cenderung sempit.
Pergerakan kas daerah belum cukup fleksibel untuk menutup seluruh kewajiban sekaligus.
“Cashflow awal tahun belum leluasa. Tapi kami pastikan tetap diproses sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Sebelumnya, kebijakan penundaan sebagian THR ASN sempat menuai sorotan.
Langkah tersebut diambil Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menjaga ritme keuangan daerah, sekaligus menekan potensi defisit dan menghindari tunda bayar yang lebih besar di kemudian hari.
Namun, di lapangan, kebijakan itu sempat jadi bahan bisik-bisik para ASN. Maklum, kebutuhan menjelang Lebaran tak bisa ikut ditunda seperti administrasi anggaran.
