RADARTASIK.ID – Kegagalan tim nasional Italia lolos ke Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dari berbagai tokoh sepak bola.
Salah satu suara paling lantang datang dari Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, yang langsung melontarkan gagasan besar untuk mereformasi kompetisi domestik Italia.
De Laurentiis menjadi salah satu figur pertama dari lingkungan Serie A yang angkat bicara setelah kekalahan Italia dari Bosnia.
Baca Juga:Moratti: Tak Ada Gunanya Gattuso Memikul Tanggung Jawab Melebihi KemampuannyaEnzo Fernandez Beri Sinyal Ingin Gabung Real Madrid
Dalam pernyataannya, ia tidak hanya mengungkapkan kekecewaan, tetapi juga menawarkan solusi radikal untuk masa depan sepak bola Italia.
“Saya sudah memiliki perasaan ini selama sepuluh tahun. Jujur saja, saya hanya bisa tersenyum pahit. Di Napoli, kami punya ungkapan lama dari ayah saya: ‘mainan di tangan anak-anak’. Artinya, sesuatu yang serius justru dipermainkan,” ujarnya.
Menurut De Laurentiis, akar masalah sepak bola Italia saat ini adalah jadwal pertandingan yang terlalu padat yang dianggapnya justru merusak kondisi fisik pemain.
“Kita bermain terlalu banyak, dan semua ini menghancurkan para pemain kita. Mereka adalah aset berharga yang dibayar mahal oleh klub,” tegasnya.
Sebagai solusi, De Laurentiis mengusulkan perubahan besar dalam struktur liga. Ia menyarankan agar jumlah peserta Serie A dikurangi dari 20 tim menjadi hanya 16 tim.
“Selama ini kita bersikeras mempertahankan 20 tim. Tapi jika kita kembali ke 16 tim, lalu menghapus kompetisi seperti Supercoppa yang dimainkan di Arab Saudi, kita bisa menghemat energi para pemain. Selain itu, kita juga akan memiliki lebih banyak waktu untuk melatih tim nasional,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan pendekatan taktik yang selama ini menjadi ciri khas sepak bola Italia.
Baca Juga:Simone Inzaghi Kandidat Terkuat Pengganti Gattuso di Timnas ItaliaMichael Cuomo Sindir Rafael Leao: Ia Seperti Mobil Ferrari Bermesin Kecil
Menurutnya, pendekatan tersebut belum tentu efektif untuk bersaing di level internasional.
“Kita selalu bangga dengan taktik, tetapi apakah itu benar-benar membantu kita sukses melawan negara lain? Sudah bertahun-tahun saya mengatakan bahwa sepak bola Italia stagnan. Tidak ada yang benar-benar berubah karena semua orang merasa nyaman dengan keadaan saat ini,” kritiknya.
De Laurentiis menegaskan bahwa dirinya bukan tipe orang yang puas dengan kondisi stagnan dan menuntut adanya perubahan nyata dan langkah berani untuk membangkitkan kembali kejayaan Italia.
