Sedangkan banjir genangan terjadi di 16 titik yang tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Cikalang Tasco, Puskesmas Kahuripan, Jalan Pasar Kuda Gang Mawar, kawasan Pedestrian Cihideung, hingga jalur Padayungan–Asia Plaza yang debit airnya meluap.
Tak hanya itu, kawasan permukiman seperti Empangsari, Layungsari, hingga Perumnas Cisalak juga terdampak luapan air.
Kondisi ini mempertegas bahwa persoalan drainase di Kota Tasikmalaya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum juga “lulus ujian musim hujan”.
Baca Juga:Viman Tegaskan IPM Kota Tasikmalaya 2025 Naik, Tapi Kemiskinan Masih Jadi PR BesarTHR ASN Kota Tasikmalaya Sudah Cair Penuh, Tapi Tunda Bayar Rp 12,6 Miliar Masih Membayangi
Selain genangan, BPBD juga mencatat tiga kejadian serius. Yakni rumah tersambar petir di wilayah Linggajaya, Mangkubumi, rumah di Cibeuti terdampak, serta ambruknya benteng sepanjang 30 meter di Perum Almina, Sukarindik.
Petugas BPBD bersama unsur TNI-Polri dan relawan langsung bergerak melakukan penanganan di lapangan.
Evakuasi material pohon, pembersihan saluran air, hingga pengamanan lokasi terdampak dilakukan secara gotong royong.
Meski hujan telah reda dan air mulai surut, kejadian ini kembali menjadi “alarm tahunan” bagi Kota Tasikmalaya. Di saat langit menumpahkan air, kota justru seperti kehilangan daya tampungnya sendiri. (rezza rizaldi)
