Kebijakan ini juga membuka peluang perluasan Car Free Day sebagai bagian dari penghematan energi dan pengurangan polusi.
Artinya, bukan hanya ASN yang diminta beradaptasi, tapi juga wajah kota yang perlahan diarahkan lebih “hemat napas”.
Singkatnya, WFH di Kota Tasikmalaya bukan sekadar soal kerja dari rumah. Ini tentang bagaimana birokrasi belajar fleksibel—tanpa kehilangan wajahnya di depan masyarakat. (rezza rizaldi)
