Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan tujuh titik lokasi yang kini masih dalam kajian bersama dinas terkait dan Kementerian Sosial.
“Sekarang tinggal keputusan pimpinan,” katanya.
Ia menambahkan, selain pendidikan gratis, Sekolah Rakyat juga berpotensi mendorong ekonomi lokal melalui kebutuhan operasional berbasis asrama yang didukung pemerintah pusat.
Di tengah janji besar tersebut, publik Kota Tasikmalaya kini masih menunggu kepastian. Sebab jika terus berlarut, Sekolah Rakyat dikhawatirkan hanya akan menjadi program yang ramai diwacanakan, namun sepi realisasi. (rezza rizaldi)
