SD Islam Al Misbah Gelar Halal Bihalal, Tanamkan Karakter Pemaaf Sejak Dini

SD Al Misbah
Siswa SD Islam Al Misbah saat mengikuti acara halal bihalal yang digelar di hari pertama sekolah, Senin (30/3/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mengawali hari pertama masuk sekolah usai libur Idulfitri, SD Islam Al Misbah menggelar kegiatan halal bihalal pada Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menanamkan nilai saling memaafkan kepada para siswa sejak usia dini.

Kepala SD Islam Al Misbah, Riva Fuad Fauzi SPdI, mengatakan bahwa kegiatan halal bihalal rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap sosial yang baik.

Baca Juga:LPS Catatkan Laporan 100% Tingkat Pelaporan SPT dan LHKPN untuk Tahun 2025Di Kota Tasikmalaya Sampah Seperti Ikut Lebaran, Armada Ditambah, Kadis Sudah Baru, Lalu Apa Masalahnya?

“Sekolah menggelar halal bihalal di hari pertama masuk sekolah untuk mempererat tali silaturahmi antara siswa, guru, dan orangtua, serta memupuk semangat saling memaafkan setelah Lebaran,” ujarnya.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari saling bersalaman dengan guru hingga bermaaf-maafan dengan teman sekelas.Momen ini menjadi sarana bagi siswa untuk kembali menjalin kedekatan setelah libur panjang.

Tak hanya itu, kegiatan halal bihalal di SD Islam Al Misbah juga memiliki keunikan tersendiri melalui budaya berbagi kue Lebaran atau yang dikenal dengan “kakaren”.

Para siswa membawa aneka kue Lebaran dari rumah untuk kemudian dinikmati bersama di kelas masing-masing. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana pembelajaran yang menyenangkan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya merasakan kebahagiaan berbagi, tetapi juga belajar menghargai kebersamaan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Suasana kelas pun terasa lebih hidup saat siswa saling mencicipi kue yang dibawa oleh teman-temannya. Tawa dan keceriaan terlihat jelas, menciptakan pengalaman positif yang membekas bagi para siswa.

Riva menuturkan, pembiasaan nilai saling memaafkan sejak dini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak.

Baca Juga:Suara yang Sempat Menggema, Lalu Menghilang!Pemkot Tasikmalaya Klaim Mendapat Apresiasi atas Penundaan THR ASN!

“Membiasakan budaya saling memaafkan sejak usia sekolah dasar sangat penting untuk membentuk karakter anak yang harmonis dan peduli,” katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan halal bihalal ini, hubungan antarwarga sekolah dapat semakin harmonis. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam sikap maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar