RADARTASIK.ID— Kabar itu tiba dari Meksiko, dari sebuah siang yang memisahkan harapan dan sejarah.
Di Stadion BBVA, Monterrey, Irak lolos ke Piala Dunia 2026 hingga Frans Putros tampil di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bolivia 2-1 pada laga final play-off antarbenua, Rabu, 1 April 2026 waktu Indonesia barat.
Di Bandung, kabar timnas Irak lolos ke Piala Dunia 2026 disambut dengan rasa bangga oleh pelatih Persib, Bojan Hodak.
Baca Juga:MenPAN-RB Tegaskan PPPK Tak Bisa Diberhentikan Sebelum Masa Kontrak Berakhir: Tidak Boleh Dipecat!Punya Jenis BBM Baru, Pemerintah Mulai Terapkan Biodiesel B50 Per Juli 2026, Pembelian BBM Subsidi Dibatasi
Bagi pelatih asal Kroasia Bojan Hodak, keberhasilan Irak lolos ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar kemenangan sebuah tim nasional.
Di dalamnya, ada nama Frans Putros—bek tangguh Persib yang kini berdiri di ambang panggung terbesar dalam karier profesionalnya.
Bojan Hodak kembali menegaskan dukungannya kepada Putros agar bek kanan andalan Persib itu masuk dalam skuad final Irak untuk putaran final yang akan digelar Juni mendatang.
Menurutnya, kesempatan tampil di Piala Dunia merupakan momen yang sangat langka, terlebih bagi pemain yang telah melewati usia 30 tahun.
“Seperti yang saya katakan, bagus kita memiliki pemain di Piala Dunia. Bagus untuknya karena saat ini, dia sudah di atas 30 tahun, jadi mungkin ini kesempatan terakhir,” kata Hodak, Rabu 1 April 2026.
Ia menilai, bagi Putros, turnamen tahun ini bisa menjadi panggung internasional terbesar sekaligus kesempatan terakhir untuk merasakan atmosfer kompetisi sepak bola paling prestisius di dunia.
Menurut Bojan Hodak, memiliki pemain yang tampil di Piala Dunia akan menjadi kebanggaan besar bagi klub.
Baca Juga:Resmi Harga BBM Swasta Naik Per 1 April 2026, Ini Daftar Harga BBM Terbaru Shell, BP-AKR dan Vivo Energy Pertamina Buka Suara Soal Harga BBM Per 1 April 2026, Stok BBM untuk Jawa Barat Dipastikan Aman
Ia juga menilai momen tersebut sangat penting bagi Putros, mengingat usianya yang sudah tidak lagi muda untuk ukuran pesepakbola profesional.
Karena itu, ia menyebut peluang ini mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Bagi Bojan Hodak, setiap pemain hidup dengan satu mimpi yang sama: berdiri di panggung Piala Dunia, mendengar lagu kebangsaan berkumandang, dan mengenakan seragam negaranya di hadapan jutaan pasang mata.
Ia menegaskan bahwa tampil di Piala Dunia selalu menjadi impian tertinggi bagi setiap pesepakbola, sebuah pencapaian yang tidak semua pemain mampu raih sepanjang kariernya.
