Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Berulang, Solusi Mahal Belum Menyentuh Akar

masalah sampah di Kota Tasikmalaya pasca Lebaran
Petugas DLH Kota Tasikmalaya saat melakukan pengangkutan sampah. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Kalau ada armada masuk bengkel, dampaknya langsung ke layanan. Bisa terlambat, bahkan antre di pembuangan,” terang Sandi.

DLH memperkirakan kebutuhan tambahan dua hingga lima unit armada untuk sekadar menjaga ritme operasional tetap stabil.

Solusi Mahal, Hasil Belum Maksimal

Rentetan persoalan ini menunjukkan bahwa masalah sampah di Kota Tasikmalaya bukan sekadar kekurangan armada.

Baca Juga:Jenazah Pria Ditemukan di Kamar Mandi Dadaha Kota TasikmalayaAlarm Kerja Nyata PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya dari Ono Surono

Ada persoalan yang lebih dalam: kualitas kendaraan, kesiapan infrastruktur, hingga manajemen sistem yang belum solid.

Pengalihan anggaran mobil dinas memang patut diapresiasi. Namun tanpa perencanaan matang dan eksekusi yang presisi, kebijakan itu berisiko menjadi sekadar simbol—terlihat serius, tapi belum menyentuh akar masalah.

Pasca-Lebaran, suara warga menjadi alarm yang tak bisa lagi diabaikan. Jika pembenahan tak dilakukan secara menyeluruh, maka siklus lama akan terus berulang: sampah datang, menumpuk, dikeluhkan, lalu dilupakan—hingga kembali terulang di Kota Tasikmalaya. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar