Setibanya di rumah, suasana haru tak terelakkan. Seorang anak kembali ke pelukan ibunya, diantar oleh mereka yang biasanya berjibaku dengan api, bukan air mata.
“Keluarga sangat bahagia, menyampaikan terima kasih,” jelas Hendrik.
Di Kota Tasikmalaya, hari itu, tidak ada kebakaran besar. Tapi ada sesuatu yang lebih hangat dari api: kepedulian.
Dan mungkin, di tengah tumpukan aturan yang sering kali dingin, kisah ini jadi pengingat—bahwa kadang, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar prosedur, tapi keberanian untuk peduli. (rezza rizaldi)
