Dengan kebijakan efisiensi anggaran ini, pemerintah memperkirakan akan terjadi penghematan yang cukup signifikan, yaitu sekitar Rp20 triliun.
Penghematan tersebut tidak hanya akan dialokasikan untuk mendukung program-program sosial yang lebih produktif, tetapi juga untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Menurut Airlangga, keseluruhan kebijakan ini adalah bagian dari transformasi struktural yang lebih besar, yang bertujuan untuk menciptakan ekonomi Indonesia yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan. (rls)
