RADARTASIK.ID – Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah strategis dalam mengelola keuangan negara, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja negara.
Kebijakan terbaru yang diterapkan meliputi refocusing anggaran serta pergeseran belanja kementerian dan lembaga ke arah program yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan, kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran demi menciptakan dampak yang nyata bagi rakyat.
Baca Juga:Di Korea Selatan, Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik, Bagaimana dengan Nonsubsidi?Sudah Resmi, BEI Berlakukan Batas Free Float 15 Persen, Bagaimana Perubahan Ini Akan Pengaruhi Pasar Modal?
Airlangga Hartarto mengungkapkan, pengalihan anggaran difokuskan pada pengurangan belanja yang dianggap kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial.
“Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja nonoperasional, dan kegiatan seremonial,” ungkap Airlangga dalam keterangannya di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 31 Maret 2026.
Sumber daya tersebut akan dialihkan untuk membiayai program-program yang memberikan dampak langsung, termasuk di antaranya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan daerah yang terdampak bencana serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, disertai dengan penajaman prioritas penggunaan anggaran yang lebih efisien.
Anggaran kementerian dan lembaga diperkirakan bisa teralokasi dalam rentang Rp 121,2 triliun hingga Rp 130,2 triliun.
Potensi penghematan ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian nasional, yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan global.
Baca Juga:Cara Jual Beli Akun Roblox yang Aman di 2026 Setelah Update Platform TerbaruPark Bo Young Terjebak dalam Dunia Gelap Penyulundupan Emas di Drama Korea Gold Land
Salah satu program unggulan dalam kebijakan efisiensi anggaran adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini difokuskan pada penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu, dengan prioritas bagi daerah-daerah tertentu, seperti kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan daerah yang memiliki tingkat stunting tinggi.
Selain itu, program ini juga akan mempertimbangkan pengecualian untuk asrama dan daerah lainnya yang membutuhkan perhatian khusus.
Airlangga menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dengan fokus pada kesehatan dan gizi yang baik, pemerintah berharap program MBG dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
