Jurnalis Italia: Bursa Transfer Januari Bikin Gasperini dan Massara Tak Akur

Ricky Massara
Ricky Massara Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

RADARTASIK.ID – AS Roma memasuki fase krusial dalam musim 2025/2026 demi menjaga asa untuk finis di posisi empat besar dan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.

Namun, di balik ambisi tersebut, muncul dinamika internal yang berpotensi memengaruhi arah klub ke depan.

Roma dijadwalkan menghadapi pemuncak klasemen Inter Milan yang kini dilatih Cristian Chivu saat kompetisi kembali bergulir.

Baca Juga:Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia, Sandro Sabatini: Bastoni Akan Memikul Tanggung Jawab yang Sangat LamaGattuso Minta Maaf Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia

Laga tersebut bukan hanya penting dalam perburuan poin, tetapi juga menjadi penentu arah strategi klub, termasuk kebijakan transfer di musim panas mendatang.

Menurut laporan jurnalis Italia Matteo Moretto dalam kanal YouTube milik Fabrizio Romano, situasi di internal Roma tidak sepenuhnya harmonis.

Ia mengungkap adanya perbedaan pandangan antara pelatih Gian Piero Gasperini dan direktur olahraga Ricky Massara, khususnya terkait aktivitas klub pada bursa transfer Januari lalu.

Bursa musim dingin 2026 memang menjadi periode sibuk bagi Roma. Klub ibu kota itu melakukan sejumlah pergerakan untuk memperkuat skuad demi mengejar target musim ini.

Nama paling menonjol adalah kedatangan Donyell Malen yang dipinjam dari Aston Villa dengan opsi pembelian permanen.

Selain itu, Roma juga merekrut penyerang muda Robinio Vaz dari Marseille dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2030.

Tak hanya di lini depan, Roma turut memperkuat sektor sayap dan pertahanan.

Baca Juga:AS Roma Minta Dybala Turun Gaji, Randal Kolo Muani Ngotot Kembali ke JuventusTak Mau Jadi Cadangan di Barcelona, Juventus dan AC Milan Siap Tampung Robert Lewandowski

Bryan Zaragoza didatangkan dengan status pinjaman dari Bayern Munich, sementara bek muda Lorenzo Venturino direkrut dari Genoa untuk menambah kedalaman lini belakang.

Meski secara kuantitas terlihat aktif, kebijakan transfer ini justru memunculkan perbedaan visi antara Gasperini dan Massara.

Moretto menyebut bahwa kedua figur penting tersebut tidak sepenuhnya sejalan dalam menentukan profil pemain yang dibutuhkan tim, baik untuk jangka pendek maupun proyek jangka panjang.

Perbedaan pandangan ini perlahan menciptakan ketegangan di internal klub.

Meski tidak sampai menimbulkan konflik terbuka, situasi tersebut dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi dinamika ruang ganti dan perencanaan teknis tim ke depan.

Namun demikian, baik Gasperini maupun Massara tetap memiliki tujuan yang sama, yakni membawa Roma mencapai target utama musim ini: finis di empat besar.

0 Komentar