RADARTASIK.ID – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya BBM bersubsidi, tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga energi global terus berfluktuasi.
Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan memastikan keadilan bagi kelompok rentan.
Dalam keterangan persnya pada Selasa, 31 Maret 2026, di Seoul, Korea Selatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah tidak akan melakukan perubahan harga BBM bersubsidi.
Baca Juga:Sudah Resmi, BEI Berlakukan Batas Free Float 15 Persen, Bagaimana Perubahan Ini Akan Pengaruhi Pasar Modal?Cara Jual Beli Akun Roblox yang Aman di 2026 Setelah Update Platform Terbaru
Keputusan ini diambil berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan hasil rapat bersama yang membahas situasi ekonomi global dan nasional.
“Harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, artinya flat, masih memakai harga sekarang,” ungkap Bahlil.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari gejolak harga energi global terhadap masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berpendapatan rendah.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi, pemerintah masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut dengan PT Pertamina dan penyedia BBM swasta.
Hingga saat ini, belum ada keputusan mengenai penyesuaian harga bahan bakar jenis ini.
Menteri Bahlil juga menegaskan bahwa harga BBM jenis pertamina dex tetap stabil dan tidak ada kenaikan dalam waktu dekat.
Meski begitu, Bahlil mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi energi, terutama BBM.
Baca Juga:Park Bo Young Terjebak dalam Dunia Gelap Penyulundupan Emas di Drama Korea Gold LandKlaim JHT Kini Bisa Cair Hitungan Menit, BPJS Ketenagakerjaan Permudah Lewat JMO
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dengan membeli BBM secara wajar dan rasional, guna menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi pemborosan.
Bahlil juga menyampaikan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi ekonomi yang menantang ini.
Pemerintah, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri dalam mengelola krisis energi global.
“Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk hanya mengikuti informasi resmi dari pemerintah agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman yang dapat berkembang cepat di tengah banyaknya informasi yang beredar.
Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan kajian dan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan harga energi global.
