TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tiga hari pencarian yang menyusuri arus dan harap akhirnya berhenti di satu titik paling sunyi: kematian.
Pekerja konveksi asal Bogor yang sebelumnya dilaporkan hanyut di anak Sungai Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban, Eko Suhari (25), ditemukan mengambang di aliran Sungai Ciwulan, tepatnya di perbatasan Kecamatan Cibalong–Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa sore (31/3/2026).
Baca Juga:Muscab PPP di “Kandang Tetangga”!Jenazah Pria Ditemukan di Sungai Ciwulan, Diduga Korban Hanyut Kawalu Kota Tasikmalaya
Jarak yang ditempuh arus seolah menegaskan: sungai tak pernah berkompromi dengan nasib manusia.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Pamapta I Ipda Jonih Jonansa membenarkan jasad tersebut adalah korban yang hanyut dari wilayah Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Kepastian identitas bukan datang dari wajah—yang sudah sulit dikenali—melainkan dari sains yang masih setia bekerja di tengah keterbatasan.
Proses identifikasi dilakukan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota di RSUD dr. Soekardjo.
“Berdasarkan sidik jari, masih ada dua jari yang bisa diperiksa meski kondisinya sudah mengelupas. Setelah dicocokkan dengan data KTP, hasilnya identik dengan korban,” ujar Jonih.
Jasad pertama kali ditemukan warga yang tengah memancing. Tanpa banyak pilihan, korban dievakuasi menggunakan rakit sederhana—cara paling jujur dari masyarakat saat berhadapan dengan situasi darurat.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana panjang gelap. Bajunya hilang, wajahnya membengkak, nyaris tak menyisakan identitas visual.
Baca Juga:Antisipasi Cuaca Ekstrem, Reklame Jumbo di Kota Tasikmalaya Dipantau KetatPerbaikan Tembok Stadion Wiradadaha Dikebut, Kota Tasikmalaya Kejar Waktu
Waktu dan arus telah menghapus banyak hal, kecuali fakta bahwa ia pernah ada.
“Korban diperkirakan sudah dua hari dua malam berada di air. Ditambah benturan sepanjang aliran sungai, kondisi fisiknya berubah,” terang Jonih.
Keraguan sempat muncul dari pihak keluarga. Wajar, sebab kondisi jenazah tak lagi menghadirkan sosok yang mereka kenal.
Namun penjelasan berbasis identifikasi ilmiah akhirnya membuat keluarga menerima kenyataan pahit tersebut.
“Awalnya keluarga tidak yakin. Tapi setelah kami jelaskan proses identifikasi, mereka bisa menerima,” ungkapnya.
Pihak perusahaan tempat korban bekerja di kawasan Tanjung, Kawalu, juga turut memastikan identitas Eko berdasarkan ciri-ciri yang masih tersisa.
