CIAMIS, RADARTASIK.ID – Isu mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, yang rencananya berlaku mulai 1 April 2026 membuat masyarakat Kabupaten Ciamis khawatir.
Banyak warga Ciamis yang merasa cemas, mengingat dampak domino kenaikan harga BBM yang kemungkinan akan terjadi, seperti lonjakan harga kebutuhan pokok yang sudah cukup tinggi.
Meskipun belum ada kepastian kenaikan harga BBM, masyarakat tetap mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut.
Baca Juga:Daftar Harga BBM di Kabupaten Garut Per 1 April 2026: Isu Kenaikan Bikin Waswas WargaBelanja Pegawai Capai 37 Persen, Bupati Ciamis Tak Pilih PHK Tapi Cari Solusi
Ketua Driver Ojol Ciamis (DOC), Yayan, mengungkapkan keresahan yang dirasakan oleh para pekerja transportasi, terutama mereka yang bergantung pada penggunaan BBM setiap hari.
Yayan berharap pemerintah bisa mempertimbangkan dengan matang sebelum akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga BBM, mengingat semakin tingginya kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia menambahkan, sebagai pengemudi ojol, dirinya sering mengisi bahan bakar jenis pertalite di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per hari.
Kondisi ini sudah cukup memberatkan, dan ia khawatir jika harga BBM naik lagi, beban hidup yang sudah berat ini akan semakin memberatkan masyarakat.
“Saat ini memang belum tahu kenaikan BBM, akan tetapi kami sebagai ojol cuma bisa berpesan buat pemerintah tolong jangan terus membebani masyarakat. Karena bisa-bisa menjerit kesakitan. Jangan tambah lagi penderitaan,” katanya kepada Radartasik.id, Selasa 31 Maret 2026.
“Tolong pertimbangkan kembali untuk menaikkan harga BBM ini, wahai para petinggi pemerintahku,” ungkap Yayan, yang mewakili kekhawatiran sesama pengemudi ojek online di Ciamis.
Senada dengan Yayan, mahasiswa Ciamis, Husni Mubarok, juga mengkritik rencana kenaikan harga BBM.
Baca Juga:Keterbatasan Fiskal, Bupati Herdiat Sunarya Ajak Masyarakat Kolaborasi Bangun CiamisMasuk Tahapan Penyidikan Kejaksaan, Babak Baru Dugaan Korupsi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Ciamis
Ia menilai, jika pemerintah terburu-buru dalam menaikkan harga BBM, hal ini bisa membuat biaya hidup semakin mahal, dan pada akhirnya banyak masyarakat yang tidak mampu lagi membeli kebutuhan pokok.
Menurut dia, pemerintah harus lebih bijak dalam merencanakan kenaikan harga BBM.
Jangan sampai rakyat menjadi korban dari ketidakmampuan negara dalam mengelola energi.
Ini bisa memperburuk keadaan ekonomi masyarakat.
Namun, tidak semua warga Ciamis sepakat dengan penolakan terhadap kenaikan harga BBM.
Agus, seorang warga lainnya, justru berpendapat bahwa jika krisis global yang disebabkan oleh perang antara Iran dan Israel–Amerika Serikat menjadi penyebabnya, maka kenaikan harga BBM tersebut tidak masalah, asalkan kenaikan harga juga terjadi di seluruh dunia.
