TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upacara kenaikan pangkat kembali digelar di lingkungan Kodim 0612/Tasikmalaya, Rabu (1/4/2026).
Namun, di balik barisan rapi dan seremoni yang berlangsung khidmat, terselip pesan tegas: pangkat bukan sekadar simbol, tapi beban tanggung jawab yang kian berat.
Sebanyak 37 prajurit resmi naik pangkat dalam upacara yang dipimpin langsung Komandan Kodim (Dandim) 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim di Lapangan Makodim. Mereka terdiri dari 6 Perwira, 25 Bintara, dan 6 Tamtama.
Baca Juga:Ketika Damkar Kota Tasikmalaya Jadi Ojek Kemanusiaan, Ibu Hamil Diantar Pulang karena Habis OngkosSekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Masih Abu, Lahan Baru Diurus 2027
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh rasa bangga. Namun, Dandim mengingatkan bahwa momen ini bukan sekadar euforia sesaat atau rutinitas tahunan yang berlalu begitu saja.
Dandim menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak otomatis yang datang tanpa makna.
Ada proses panjang, penilaian, serta konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.
“Kenaikan pangkat ini harus jadi motivasi untuk bekerja lebih baik, meningkatkan disiplin, dan terus mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Nada pesannya jelas: jangan sampai pangkat naik, tapi kualitas jalan di tempat.
Ia juga menekankan bahwa setiap tingkat kepangkatan membawa tanggung jawab yang lebih besar.
Prajurit dituntut bukan hanya profesional di lingkungan dinas, tetapi juga mampu menjadi contoh di tengah masyarakat.
Artinya, atribut di pundak harus sejalan dengan sikap di lapangan—bukan sekadar hiasan seragam.
Baca Juga:WFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Jumat Pekan Kedua April Tanggal 10, Layanan Tetap JalanDari Cilamajang ke Ciwulan, Jejak Terakhir Korban Hanyut di Kota Tasikmalaya
Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para prajurit. Tradisi yang sederhana, tapi sarat makna.
Sebab di dunia militer, penghargaan bukan hanya dirayakan, tapi juga diuji dalam tindakan.
Dengan kenaikan pangkat ini, Kodim 0612/Tasikmalaya berharap seluruh prajurit semakin solid dan profesional.
Karena pada akhirnya, yang diuji bukanlah pangkat di atas kertas, melainkan kinerja nyata di wilayah Tasikmalaya. (rezza rizaldi)
