Perokok Usia Dini Jangan Dibiarkan, Pemkab Tasikmalaya Harus Mencari Formulasi untuk Menyelesaikannya

Perekok Usia DIni
Konselor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Faninda Puspa Sundari. (Radika Robi Ramdani/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Fenomena perilaku merokok pada anak usia dini, khususnya rentang 10 hingga 13 tahun, kian mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Pada fase ini, anak berada dalam masa pencarian jati diri dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi. Kondisi tersebut membuat mereka rentan terpengaruh lingkungan, terutama teman sebaya.

Konselor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Faninda Puspa Sundari, mengungkapkan bahwa secara psikologis, anak pada rentang usia tersebut berada dalam fase eksplorasi yang kuat.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

“Kalau dari pandangan psikologi, remaja usia 10 sampai 13 tahun ini berada pada fase di mana mereka memiliki rasa penasaran yang tinggi, ingin mencoba hal-hal baru, dan sangat dipengaruhi lingkungan sekitar,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, tingginya rasa ingin tahu mendorong anak mencari informasi dari berbagai sumber, mulai dari teman sebaya hingga keluarga. Namun, ketika komunikasi dalam keluarga tidak berjalan baik, anak cenderung lebih mempercayai lingkungan pergaulan.

Menurutnya, kondisi ini menempatkan orang tua sebagai fondasi utama dalam pengasuhan. Peran orang tua tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya anak.

Kata dia, orang tua harus mampu menciptakan rasa aman dan keterbukaan agar anak tidak mencari jawaban di luar yang belum tentu benar. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan lebih terbuka untuk bertanya dan berdiskusi mengenai hal-hal yang mereka temui di lingkungan.

Faninda menegaskan, pengaruh teman sebaya menjadi faktor paling dominan dalam mendorong anak mencoba merokok.

“Faktor terbesarnya saat ini adalah pengaruh teman sebaya. Anak merasa lebih nyaman dengan teman sehingga lebih mudah terbawa ajakan dan sulit menolak,” katanya.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum matangnya kemampuan anak dalam mengambil keputusan. Pada usia ini, anak belum mampu mempertimbangkan risiko secara bijak, sehingga lebih mudah mengikuti dorongan sesaat.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

Pada usia ini, anak belum memiliki kemampuan mengambil keputusan secara bijak. Rasa penasaran yang tinggi membuat mereka mudah mencoba tanpa memikirkan dampaknya.

Dalam upaya pencegahan, Faninda menekankan pentingnya peran aktif orang tua melalui pendekatan yang komunikatif dan edukatif. Ia menyarankan agar orang tua tidak hanya mengawasi, tetapi juga menjadi teman bagi anak.

0 Komentar