Pemuda Desa Tantang Bupati Tasikmalaya Debat Publik, Soroti Kondisi Jalan Rusak Menuju Objek Wisata Citiis

jalan rusak citiis galunggung
Jalan menuju Wisata Citiis Padakembang Kabupaten Tasikmalaya kondisinya rusak parah, Selasa 31 Maret 2026. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Seorang pemuda desa, Eka Yuda Permana, secara resmi mengundang Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin untuk mengikuti debat publik terbuka terkait persoalan infrastruktur jalan yang hingga kini masih menjadi keluhan di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Langkah ini muncul sebagai respons atas kondisi jalan rusak yang dinilai berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Kerusakan infrastruktur tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menekan aktivitas ekonomi serta memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Eka Yuda Permana, warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, menyatakan debat publik tersebut akan mengangkat tema “Pengaruh Infrastruktur terhadap Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Tasikmalaya”.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Ia menilai ruang dialog terbuka diperlukan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas secara transparan dan langsung oleh pemangku kebijakan.

“Jalan bukan sekadar akses, tetapi merupakan urat nadi ekonomi masyarakat. Ketika jalan rusak, maka aktivitas ekonomi ikut terhambat,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kerusakan jalan di sejumlah titik telah berdampak nyata terhadap aktivitas warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, serta risiko keselamatan pengguna jalan ikut bertambah.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan desa hingga penghubung antar kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya masih dalam kondisi rusak, berlubang, dan kerap tergenang saat hujan. Kondisi ini menyulitkan pengendara roda dua maupun roda empat, sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.

Eka menegaskan, undangan debat terbuka tersebut bukan bentuk serangan terhadap pemerintah daerah, melainkan upaya konstruktif untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Saya percaya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang siap hadir, berdialog, dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga memberikan tenggat waktu selama 3 x 24 jam kepada Bupati Tasikmalaya untuk merespons undangan tersebut. Jika tidak ada tanggapan dalam batas waktu tersebut, ia menilai masyarakat berhak menilai komitmen kepemimpinan dalam menangani persoalan infrastruktur.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

Sebagai contoh konkret, Eka menyoroti kondisi jalan menuju objek wisata Citiis di Padakembang yang telah lama rusak dan belum tertangani secara optimal.

0 Komentar