TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tanggalnya sudah ditentukan. 18 April 2026. Tempatnya juga tidak main-main: Hotel Mandalawangi, Kota Tasikmalaya. Bukan sekadar lokasi. Ini simbol.
Tiga daerah akan datang bersamaan: Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Garut. Satu hari. Satu tempat. Satu panggung.
Muscab. Musyawarah Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Agenda rutin. Tapi kali ini tidak biasa. Yang membuatnya berbeda justru bukan pada acaranya. Melainkan pada pilihannya.
Baca Juga:Jenazah Pria Ditemukan di Sungai Ciwulan, Diduga Korban Hanyut Kawalu Kota TasikmalayaAntisipasi Cuaca Ekstrem, Reklame Jumbo di Kota Tasikmalaya Dipantau Ketat
Mengapa harus di Mandalawangi? Semua orang tahu, hotel itu bukan sekadar hotel. Ia punya “aroma politik” yang cukup kental di Jawa Barat.
Nama H Amir Mahpud melekat kuat di sana. Dan publik juga paham: beliau adalah Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jawa Barat.
Artinya? PPP sedang “bertamu” ke rumah politik Gerindra. Atau jangan-jangan bukan sekadar bertamu.
Yang akan hadir juga bukan tokoh sembarangan. Ketua Umum PPP, H Mardiono, dijadwalkan datang langsung. Begitu juga Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
Dua nama ini bukan hanya simbol struktur. Mereka adalah sinyal. Sinyal bahwa Muscab ini bukan sekadar memilih ketua DPC.
Memang, secara formal, Muscab punya tugas yang jelas. Memilih ketua. Menyusun pengurus. Mengevaluasi kinerja lama. Menyusun strategi baru. Sederhana. Terstruktur. Normatif.
Tapi politik jarang sesederhana itu. Ketika tiga daerah digabung. Ketika dilaksanakan serentak. Ketika dihadiri langsung pucuk pimpinan.
Baca Juga:Perbaikan Tembok Stadion Wiradadaha Dikebut, Kota Tasikmalaya Kejar WaktuIsu Kenaikan BBM 1 April Mencuat, Hiswanamigas Priangan Timur: Warga Jangan Terpancing
Dan ketika tempatnya berada di “rumah partai lain”.Maka pesan yang muncul tidak lagi sekadar internal. Ini tentang arah. Ini tentang kemungkinan. Ini tentang masa depan.
Apakah ini tanda koalisi? Belum tentu. Apakah ini sinyal kedekatan? Sangat mungkin. Apakah ini bentuk komunikasi politik tingkat tinggi? Hampir pasti.
Politik, pada akhirnya, bukan hanya soal pidato di atas podium. Ia sering kali tersembunyi dalam hal-hal kecil: Pemilihan tempat. Siapa yang datang. Siapa yang duduk di barisan depan. Dan siapa yang tersenyum paling lama.
Tanggal 18 April nanti mungkin tidak akan menghasilkan keputusan besar yang langsung terasa. Tidak ada undang-undang yang lahir. Tidak ada jabatan publik yang langsung berubah.
