RADARTASIK.ID – Masa depan lini belakang Inter Milan mulai memasuki fase transisi pada musim depan.
Seiring mendekati akhir musim 2025/2026, dua bek senior, Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij, dipastikan berada di ambang perpisahan karena kontrak keduanya akan habis pada 30 Juni mendatang.
Kepergian dua pemain berpengalaman ini menjadi bagian dari peremajaan skuad Nerazzurri, sekaligus menandai berakhirnya era pemain-pemain yang selama beberapa musim terakhir menjadi tulang punggung pertahanan.
Baca Juga:Dirtek Mesir Beri Sinyal Mohamed Salah Pulang ke Serie A: Inter Milan, Juventus dan AS Roma Siap TampungMijatovic Marah Kostic Dijual Murah ke AC Milan: Saya Tak Diajak Konsultasi Soal Transfer Ini
Namun khusus bagi Acerbi, peluang untuk melanjutkan karier di level kompetitif tampaknya masih terbuka lebar.
Mantan pelatihnya di Inter, Simone Inzaghi disebut-sebut sebagai sosok kunci di balik kemungkinan kepindahan Acerbi ke Liga Pro Saudi.
Pelatih yang pernah bekerja sama erat dengan sang bek itu dikabarkan ingin kembali berkolaborasi, kali ini di Timur Tengah.
Menurut laporan terbaru, klub raksasa Arab Saudi, Al Hilal, telah menyiapkan tawaran konkret berupa kontrak berdurasi dua tahun untuk Acerbi.
Proposal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemain berusia 38 tahun itu masih dianggap memiliki nilai dan pengalaman yang dibutuhkan di level internasional.
Meski usianya tidak lagi muda, Acerbi belum menunjukkan tanda-tanda ingin pensiun.
Justru, kesempatan untuk bermain di liga yang tengah berkembang pesat seperti Liga Pro Saudi bisa menjadi tantangan baru sekaligus penutup karier yang ideal.
Baca Juga:Gattuso Tak Percaya Bosnia Pakai Jurus Parkir Bus: Pelatih Mereka Pintar Bermain PokerDzeko: Salah Besar Jika Italia Lebih Takut Bertemu Wales dibandingkan Bosnia
Di sisi lain, performa Acerbi bersama Inter musim ini memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
Sepanjang musim 2025/2026 hingga akhir Maret, ia lebih sering berperan sebagai pemain pelapis ketimbang pilihan utama di lini belakang.
Catatan penampilannya pun mencerminkan perubahan tersebut. Acerbi hanya mencatatkan sekitar 14 penampilan di Serie A, ditambah beberapa laga di Liga Champions.
Dari segi kontribusi statistik, ia belum mencetak gol dan hanya menyumbang satu assist. Meski begitu, secara umum performanya tetap solid, meskipun tidak lagi mencapai level terbaiknya.
Faktor usia dan kondisi fisik menjadi tantangan utama. Acerbi beberapa kali harus menepi akibat cedera otot, terutama di bagian paha.
Cedera yang datang berulang ini membuat ritme bermainnya terganggu dan membatasi konsistensinya di lapangan.
