Ia bahkan menyebut Barbarez sebagai sosok “pemain poker ulung” yang bisa saja menyembunyikan strategi sebenarnya.
“Saya mendengar Barbarez berbicara soal ‘bus’. Tapi Bosnia bukan tim seperti itu. Dia pintar bermain poker,” ujar Gattuso.
“Kami tahu tidak ada perbedaan antara Wales dan Bosnia, dan para pemain juga memahami itu,” tegasnya.
Baca Juga:Dzeko: Salah Besar Jika Italia Lebih Takut Bertemu Wales dibandingkan BosniaPelatih Bosnia Pakai Jurus Mourinho saat Lawan Italia: Kami Akan Parkir Bus di Depan Gawang
Gattuso juga menyinggung pentingnya kualitas dan keberanian dalam pertandingan sebesar ini.
Ia mengakui bahwa sejak awal dirinya bersama staf pelatih, termasuk mantan bek legendaris Leonardo Bonucci, sudah memprediksi potensi kesulitan yang akan dihadapi.
“Kami tahu ini tidak akan mudah. Dibutuhkan kualitas dan juga keberanian. Dukungan stadion akan luar biasa, dan Bosnia adalah tim yang sesungguhnya,” bebernya.
Secara khusus, Gattuso juga memberikan pujian kepada striker Bosnia, Edin Džeko.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah mencoba merekrut Džeko saat masih melatih Hajduk Split, namun gagal karena kendala finansial.
“Dalam hal sepak bola, saya jarang salah menilai. Saat di Hajduk, saya ingin membawanya, tapi dia di Fenerbahçe dan kami tidak punya kemampuan finansial,” ungkapnya.
“Apa yang dia katakan tidak mengejutkan. Dia juara besar dan juga pribadi yang hebat. Kami berteman,” terangnya.
Baca Juga:AC Milan Rayu Vlahovic Tinggalkan Juventus: Tawari Gaji Rp110 MiliarPato Tertawa Lihat Paolo Maldini Jadi Model: Dia Dulu Tak Pernah Berhenti Berlatih
Menutup pernyataannya, Gattuso tidak memberikan pesan khusus kepada publik Italia. Ia justru menyoroti dukungan luar biasa yang telah diberikan para suporter, baik melalui layar kaca maupun langsung di stadion.
“Tidak ada pesan khusus. Dukungan yang mereka berikan sudah menjadi bukti, baik dari jutaan penonton maupun atmosfer di stadion selama ini,” pungkasnya.
Dengan tensi tinggi dan adu taktik yang diprediksi sengit, duel Italia kontra Bosnia ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Gattuso dan anak asuhnya dalam upaya mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
