Kebutuhan tersebut semakin krusial karena sebagian besar PPPK yang direkrut berasal dari sektor pendidikan dan kesehatan, dua bidang strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Ciptakan generasi emas tidak bisa instan, tetapi harus betul-betul terukur, terprogram, terencana. Oleh karenanya, kita kan butuh tenaga PPPK, terutama pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Menghadapi tekanan kebijakan pusat dan kebutuhan riil di daerah, Herdiat menekankan pentingnya ikhtiar dan pendekatan bijaksana dalam mencari solusi.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Kalau dibilang berat, ya berat, akan tetapi kita wajib ikhtiar. Selanjutnya berdoa, mudah-mudahan kita bisa mengatasi masalah ini,” ujarnya. (riz)
