TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ancaman cuaca ekstrem di Kota Tasikmalaya tak lagi dipandang sebelah mata.
Pemerintah mulai memperketat pengawasan terhadap reklame jumbo yang berdiri di titik-titik strategis, terutama di jalur padat seperti Jalan HZ Mustofa. Jumlahnya sekitar 12 titik.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Hujan deras disertai angin kencang belakangan kerap terjadi, memicu kekhawatiran akan potensi robohnya konstruksi reklame.
Baca Juga:Isu Kenaikan BBM 1 April Mencuat, Hiswanamigas Priangan Timur: Warga Jangan TerpancingBuruh Terbawa Arus Sungai di Kota Tasikmalaya, Korban Belum Ditemukan
Belajar dari kejadian di daerah lain, pemerintah daerah memilih bergerak sebelum insiden benar-benar terjadi—bukan setelah korban berjatuhan.
Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Tatang Supriatna, menegaskan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif.
Salah satunya dengan mendata dan memetakan reklame berukuran besar yang berpotensi membahayakan.
“Kami sudah menginventarisir reklame atau billboard besar yang perlu diantisipasi. Jika kondisinya mulai mengkhawatirkan, kami langsung mengingatkan pemiliknya,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan catatan Dinas PUTR, terdapat sekitar 10 hingga 12 titik reklame jumbo di Kota Tasikmalaya.
Sebagian besar berada di kawasan pusat kota dengan intensitas lalu lintas tinggi—sebuah kombinasi yang membuat risiko semakin sensitif.
Tatang menjelaskan, secara aturan konstruksi reklame telah memiliki standar teknis sesuai Peraturan Wali Kota Tasikmalaya nomor 20 tahun 2022.
Baca Juga:Liga Jabar Istimewa 2026 Siap Digelar di Kota Tasikmalaya, Utamakan Pembinaan dengan Format UnikSampah Lebaran Menggunung, Kritik Manajemen Talenta Pemkot Tasikmalaya Menguat
Namun, faktor usia dan korosi kerap menjadi celah yang menggerus kekuatan struktur.
“Seiring waktu, logam bisa mengalami korosi. Ketika cuaca buruk datang, angin besar bisa membuat komponen lepas, seperti seng atau bagian lainnya,” terangnya.
Sebagai bentuk pencegahan, Dinas PUTR juga telah melayangkan surat imbauan kepada para pemilik reklame agar segera melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin kecolongan oleh kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah.
Tak hanya itu, tim teknis di lapangan disiagakan penuh, bahkan saat akhir pekan.
Ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi, pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada komponen reklame yang membahayakan pengguna jalan.
“Tim kami tetap bergerak meski hari libur. Kalau ada potensi kerusakan, langsung kami tindaklanjuti secepatnya,” tambahnya.
Di tengah cuaca yang makin sulit diprediksi, langkah antisipasi ini menjadi krusial.
