TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada triwulan pertama baru menyerap Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2026 sebesar Rp 405 miliar.
Realisasi anggaran yang sudah diserap didominasi untuk belanja pegawai termasuk diantaranya ada untuk hibah. Sisanya kegiatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tasikmalaya Cecep Nuryakin menjelaskan, menurut data yang diterima Banggar dari eksekutif atau TAPD, serapan anggaran dari Januari hingga Maret atau triwulan pertama baru diserap sekitar 13 persen atau di angka Rp 405 miliar.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Sampai saat ini realisasi serapan anggaran pemerintah daerah hampir 13 persen di angka Rp 405 miliar yang terbesar untuk belanja pegawai di angka Rp 268 miliar, sisanya di antaranya hibah dan kegiatan dinas atau eksekutif,” terang Cecep.
Menurut Cecep, target pendapatan APBD 2026 itu sebesar Rp 3,1 triliun, total pendapatan pemkab Tasikmalaya yang bersumber dari dana transfer pusat ke daerah baik Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), DBHCT dan lainnya.
“Sampai hari ini DAU baru cair sekitar 24 persen dari Rp 1,5 triliun yang diterima Pemkab Tasikmalaya. Digunakan untuk gaji dan belanja pegawai serta lainnya,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini.
Sementara untuk DAK, terang Cecep, pendapatan di APBD tertera Rp 620 miliar namun sampai saat ini belum ada realisasi masih nol persen alias belum cair dari pemerintah pusat.
Secara umum dana perimbangan transfer dari pusat ke daerah itu Rp 2,1 triliun baru cair di Rp 361 miliar.
Adapun untuk belanja modal jalan, jaringan dan irigasi dana dari pusat di angka Rp 258 miliar. Pada triwulan pertama realisasinya baru Rp 298 juta atau baru 0,11 persen.
“Mudah-mudahan di bulan depan sudah terserap untuk belanja modal jalan, jaringan dan irigasi,” paparnya.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Pendapatan APBD Kabupaten Tasikmalaya, tambah Cecep, mendapatkan tambahan dari pinjaman daerah Rp 230 miliar untuk jalan.
“Jadi pemkab Tasikmalaya dapat uang dari pusat Rp 3,1 triliun tetapi kebutuhan mencapai Rp 3,4 triliun. Kurangnya itu bisa dari pinjaman daerah,” kata Cecep.
