RADARTASIK.ID – Di balik laga krusial Bosnia vs Italia, ada sosok unik di pinggir lapangan yang tak hanya piawai meracik taktik sepak bola, tetapi juga terbiasa membaca situasi seperti di meja judi.
Dialah Sergej Barbarez, pelatih Bosnia yang memiliki latar belakang sebagai pemain poker profesional.
Pada laga hidup-mati di Zenica, Barbarez bukan sekadar pelatih yang memimpin “Zmajevi” alias sang Naga dari Balkan.
Baca Juga:Bosnia vs Italia: Ayah Gattuso Yakin Anaknya Akan Bawa Azzurri Lolos ke Piala Dunia 2026Bosnia: Naga dari Balkan yang Buat Arrigo Sacchi Dipecat Timnas Italia
Ia adalah seorang ahli strategi dengan naluri membaca permainan—baik di lapangan hijau maupun di meja poker—yang kini berambisi menggagalkan langkah Italia menuju Piala Dunia 2026.
Barbarez pensiun sebagai pesepakbola pada 2008 setelah mengakhiri kariernya bersama Bayer Leverkusen.
Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai pemain yang cerdas dan fleksibel, pernah membela sejumlah klub Jerman seperti Hannover 96, Union Berlin, Borussia Dortmund, dan Hamburg SV.
Namun, setelah gantung sepatu, hidupnya tak langsung beralih ke dunia kepelatihan. Barbarez justru menekuni dunia poker secara serius sejak 2010.
Ia bukan sekadar pemain amatir, melainkan benar-benar terjun sebagai profesional dan mengikuti berbagai turnamen internasional.
Salah satu pencapaiannya adalah tampil di World Series of Poker, ajang paling bergengsi dalam dunia poker.
Di sana, Barbarez mencatat hasil impresif dengan finis di posisi ke-19—sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kartu kelas atas.
Baca Juga:Media Italia: Nilai Seluruh Pemain Bosnia Sama dengan Dua Pemain Inter di Timnas ItaliaJurnalis Italia: AS Roma Ingin Bawa Pulang Mohamed Salah ke Olimpico
Baru pada 2024, Barbarez memulai kariernya sebagai pelatih. Tantangan yang dihadapinya pun tidak ringan.
Ia langsung dipercaya menangani tim nasional Bosnia—sebuah tugas besar bagi pelatih yang relatif baru.
Sebagai mantan pemain, Barbarez bukan nama asing bagi publik Bosnia. Ia mencatatkan 47 penampilan dan 17 gol untuk tim nasional, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah negara tersebut.
Kini, ia mencoba membawa Bosnia kembali ke panggung dunia, mengulang pencapaian bersejarah saat tampil di Piala Dunia 2014.
Latar belakang sebagai pemain poker memberikan warna tersendiri dalam pendekatan taktik Barbarez.
Ia terbiasa mengambil risiko, membaca lawan, dan menentukan momen yang tepat untuk “all-in”.
