Meski bernada santai, Pato tetap menegaskan rasa hormatnya yang besar kepada Maldini.
“Dia luar biasa. Saya sangat menghormatinya,” tambahnya.
Jejak Pato di AC Milan
Pato bergabung dengan Milan pada 2007 sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Brasil.
Sejak awal, ia langsung menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang tajam dengan kemampuan dribel, kecepatan, dan finishing yang mematikan.
Baca Juga:Pelatih Bosnia Sergej Barbarez: Atlet Poker Profesional yang Bermimpi Pupuskan Impian Italia ke Piala DuniaBosnia vs Italia: Ayah Gattuso Yakin Anaknya Akan Bawa Azzurri Lolos ke Piala Dunia 2026
Selama berseragam Rossoneri, Pato mencatatkan lebih dari 60 gol di semua kompetisi.
Ia sempat menjadi harapan besar klub untuk masa depan, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu striker terbaik generasinya.
Namun, kariernya di Milan tidak sepenuhnya mulus. Cedera yang berulang kali datang menghambat konsistensinya di lapangan.
Meski begitu, kontribusinya tetap dikenang, terutama dalam perjalanan meraih Scudetto 2011.
Kini, meski telah lama meninggalkan Milan, kenangan Pato bersama klub tersebut tetap hidup.
Dari gol-gol penting hingga perayaan Scudetto di Piazza del Duomo, semuanya menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya.
Cerita tentang Maldini pun menjadi bukti bahwa Milan bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang figur-figur inspiratif yang membentuk para pemainnya.
Bagi Pato, Milan bukan sekadar klub, melainkan rumah yang penuh kenangan—tempat di mana ia tumbuh, belajar, dan merasakan salah satu momen terbaik dalam hidupnya sebagai pesepakbola.
