TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Demam olahraga padel kian terasa di Kota Tasikmalaya.
Komunitas lokal bertajuk Tarkam Padel Club menggelar turnamen internal bertajuk Tarkam Padel Tournament Vol.1 yang akan berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di Sirkle Arena Jalan Terusan BCA.
Koordinator pertandingan, Agi Apriadi, menyebut turnamen ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus pemanasan komunitas sebelum membuka diri ke publik lebih luas.
Baca Juga:Tekan Belanja Pegawai 30 Persen, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Strategi Khusus: TPP ASN Akan Dikurangi? Sisa THR ASN Kota Tasikmalaya Cair Awal April, OPD Segera Lakukan Pengajuan
“Ini masih internal, belum open ke luar. Karena memang awalnya dari kumpulan teman-teman yang hobi padel, lalu kita bikin turnamen kecil biar makin solid,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Turnamen tersebut akan menggunakan sistem gugur dengan format pertandingan berpasangan.
Meski hanya berlangsung sekitar empat jam, atmosfer kompetisi dipastikan tetap panas—atau setidaknya cukup untuk bikin keringat bercucuran dan ego sedikit diuji.
Menariknya, meski berlabel “tarkam” alias antar-kampung, hadiah yang disiapkan tidak bisa dianggap receh.
Total hadiah mencapai Rp5 juta, lengkap dengan tambahan voucher dari sponsor.
Juara pertama akan membawa pulang Rp2 juta, disusul juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta, dan juara keempat Rp500 ribu.
Agi menjelaskan, istilah “tarkam” dipilih karena sebagian besar pemain bukan atlet profesional atau hasil didikan coaching formal.
“Kita kebanyakan otodidak, main bareng, mabar. Jadi ya istilahnya tarkam, bukan klub elite,” katanya.
Fenomena padel sendiri, lanjut dia, bukan hanya terjadi di Tasikmalaya.
Baca Juga:Mesin Pencarian yang Bingung!Sekolah Rakyat Mandek di Kota Tasikmalaya, Lahan Belum Jelas
Olahraga ini tengah naik daun secara global, termasuk di Timur Tengah hingga kota-kota besar di Indonesia seperti Bandung dan Jakarta.
Tasikmalaya pun tak mau ketinggalan arus—atau mungkin sekadar ikut terseret gelombang tren.
“Awalnya mungkin fomo, saya juga begitu. Tapi lama-lama jadi olahraga yang fun dan kompetitif. Banyak juga yang pindah dari badminton atau tenis ke padel,” terangnya.
Saat ini, lapangan padel di Tasikmalaya disebut sudah mencapai puluhan, menandakan geliat olahraga ini bukan sekadar tren sesaat.
Namun, apakah ini akan bertahan lama atau hanya jadi euforia musiman, waktu yang akan menjawab—dan tentu saja, seberapa kuat dompet bertahan dari biaya sewa lapangan.
