Di sisi lain, terdapat indikasi positif berupa kesadaran siswa terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan. Mayoritas pelajar memahami risiko merokok, namun tetap terpapar baik secara aktif maupun pasif di lingkungan mereka.
Keinginan untuk berhenti merokok juga mulai muncul, terutama didorong oleh faktor kesehatan setelah mereka merasakan penurunan kondisi fisik.
Dengan adanya temuan ini, Puskesmas Bojonggambir berharap dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat regulasi, khususnya terkait akses rokok murah dan penjualan secara batangan di sekitar lingkungan sekolah.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Terutama mengenai aksesibilitas rokok murah dan penjualan batangan di sekitar area institusi pendidikan,” tandasnya. (obi)
