RADARTASIK.ID – Media Italia, Calciomercato, merilis panduan lengkap mengenai kekuatan tim nasional Bosnia dan Herzegovina yang akan menjadi lawan Italia.
Jelang laga final playoff menuju Piala Dunia 2026 pada Rabu, 1 April 2026 pukul 01.45 WIB ini, sorotan utama dari laporan tersebut adalah perbandingan nilai pasar skuad.
Tim Bosnia disebut memiliki total nilai sekitar €120 juta atau setara Rp2,04 triliun (kurs €1 = Rp17.000).
Baca Juga:Jurnalis Italia: AS Roma Ingin Bawa Pulang Mohamed Salah ke OlimpicoPanucci: Berlusconi Tawari Kontrak Baru Usai Tahu Gaji Pertama Saya di AC Milan untuk Beli Rumah Orang Tua
Angka ini menarik karena setara dengan gabungan nilai dua pemain kunci Italia dari Inter Milan, yakni Alessandro Bastoni dan Federico Dimarco, yang masing-masing bernilai €70 juta (Rp1,19 triliun) dan €50 juta (Rp850 miliar).
Meski secara nilai kalah jauh, Bosnia tetap dianggap sebagai lawan berbahaya.
Bermain di Stadion Bilino Polje, Zenica—yang dikenal sebagai “benteng” bagi tuan rumah—Italia asuhan Gennaro Gattuso diprediksi akan menghadapi tekanan besar dalam laga penentuan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tim nasional Bosnia, yang dijuluki “Zmajevi” (Naga), memang belum memiliki sejarah panjang.
Mereka baru tampil di kompetisi resmi FIFA dan UEFA sejak 1995, setelah pecahnya Yugoslavia akibat Perang Balkan.
Meski demikian, Bosnia pernah mencicipi Piala Dunia 2014, meski tersingkir di fase grup.
Sosok paling ikonik tentu Edin Dzeko. Mantan pemain Manchester City, AS Roma, dan Inter Milan itu menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Bosnia dengan 73 gol dari 147 penampilan.
Baca Juga:Siapa Konstantinos Karetsas? Raja Assist Yunani yang Jadi Incaran AC Milan, Arsenal dan Manchester UnitedDiincar Inter Milan dan Tim Lionel Messi, Casemiro Putuskan Tinggalkan Manchester United
Saat ini Bosnia berada di peringkat ke-75 FIFA, namun tetap dikenal sebagai tim dengan semangat juang tinggi.
Selain Dzeko, Bosnia juga pernah memiliki pemain kelas dunia seperti Miralem Pjanic dan Senad Lulic.
Pjanic dikenal sebagai motor permainan saat membela Juventus, sementara Lulic dikenang berkat gol penentu kemenangan Final Coppa Italia 2013.
Kini, Bosnia dilatih oleh Sergej Barbarez, mantan pemain Bundesliga yang memiliki karier panjang di Jerman.
Ia dipercaya membawa semangat nasionalisme tinggi untuk mengangkat prestasi Bosnia di level internasional.
Sebelum merdeka, pemain Bosnia merupakan bagian dari tim Yugoslavia. Salah satu legenda yang lahir dari era tersebut adalah Safet Susic, yang juga pernah bersinar bersama Paris Saint-Germain.
