Meski masih sebatas rumor, wacana ini dinilai memiliki dasar taktis.
Pelatih Luciano Spalletti disebut menginginkan gelandang dengan karakter regista murni, sosok yang mampu mengatur tempo permainan dari lini tengah, seperti Stanislav Lobotka.
Permintaan tersebut bahkan dikabarkan menjadi bagian dari pembahasan dalam proses perpanjangan kontraknya hingga 2028.
Hal ini menunjukkan bahwa Spalletti tengah merancang fondasi permainan jangka panjang yang lebih spesifik.
Baca Juga:Carlos Augusto Minta Naik Gaji, Inter Milan Buka Peluang Barter Pemain dengan AS RomaPelatih Bosnia Sergej Barbarez: Atlet Poker Profesional yang Bermimpi Pupuskan Impian Italia ke Piala Dunia
Meski tampil cukup solid bersama Juventus, Locatelli dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan profil gelandang yang diinginkan Spalletti.
Ia lebih dikenal sebagai gelandang dengan kecenderungan defensif, bukan pengatur tempo permainan utama.
Situasi ini bukan hal baru. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Spalletti juga sempat lebih memilih pemain lain yang memiliki kemampuan distribusi bola lebih baik, seperti Nicolò Fagioli.
Sebaliknya, Frattesi justru dianggap lebih cocok dengan kebutuhan tersebut.
Gelandang Inter itu memiliki kemampuan bergerak dinamis dan piawai mencari ruang untuk masuk ke kotak penalti—karakteristik yang mengingatkan pada peran Simone Perrotta saat bersinar bersama AS Roma.
Spekulasi pertukaran Locatelli–Frattesi sejatinya bukan hal baru. Rumor ini sempat muncul pada musim gugur lalu, namun tidak berkembang pada bursa transfer Januari karena kebutuhan skuad yang belum mendesak.
Kini, situasinya berpotensi berubah. Bursa transfer musim panas bisa menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan ide tersebut, terlebih jika kebutuhan taktis masing-masing klub semakin jelas.
Meski demikian, untuk saat ini fokus utama tetap tertuju pada laga Bosnia vs Italia.
Baca Juga:Bosnia vs Italia: Ayah Gattuso Yakin Anaknya Akan Bawa Azzurri Lolos ke Piala Dunia 2026Bosnia: Naga dari Balkan yang Buat Arrigo Sacchi Dipecat Timnas Italia
Namun seperti yang kerap terjadi di sepak bola Italia, dinamika di luar lapangan sering kali sama panasnya dengan pertandingan itu sendiri—bahkan terkadang lebih menentukan arah cerita ke depan.
