RADARTASIK.ID – Timnas Italia asuhan Gennaro Gattuso kini tinggal selangkah lagi menuju Piala Dunia 2026.
Setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Irlandia Utara di Bergamo lewat gol Sandro Tonali dan Moise Kean, Azzurri bersiap menghadapi laga final play-off melawan Bosnia dan Herzegovina.
Pertandingan penentuan ini akan digelar pada Rabu, 1 April 2026 pukul 01.45 WIB di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Baca Juga:Bosnia: Naga dari Balkan yang Buat Arrigo Sacchi Dipecat Timnas ItaliaMedia Italia: Nilai Seluruh Pemain Bosnia Sama dengan Dua Pemain Inter di Timnas Italia
Atmosfer panas dan tekanan suporter tuan rumah dipastikan menjadi tantangan besar bagi skuad asuhan Gennaro Gattuso.
Gattuso tampaknya tidak ingin melakukan banyak perubahan dari tim yang tampil solid di Bergamo.
Ia cenderung mempertahankan komposisi utama, termasuk di lini depan. Meski kondisi Mateo Retegui belum sepenuhnya prima, pelatih tetap mempercayainya untuk berduet dengan Kean.
Sementara itu, Francesco Pio Esposito yang tampil impresif sebagai pemain pengganti kemungkinan kembali memulai laga dari bangku cadangan, siap memberikan dampak di babak kedua.
Winger Italia, Matteo Politano, menegaskan bahwa seluruh skuad hanya memiliki satu tujuan saat melawat ke kandang Bosnia.
“Piala Dunia adalah satu-satunya pikiran kami. Bermain di stadion yang panas seperti Zenica bukan masalah, kami sudah terbiasa dengan tekanan,” ujarnya.
UEFA remi menunjuk wasit asal Prancis, Clément Turpin, untuk memimpin laga ini.
Baca Juga:Jurnalis Italia: AS Roma Ingin Bawa Pulang Mohamed Salah ke OlimpicoPanucci: Berlusconi Tawari Kontrak Baru Usai Tahu Gaji Pertama Saya di AC Milan untuk Beli Rumah Orang Tua
Turpin sebelumnya juga memimpin pertandingan penting di play-off Piala Dunia 2022, yang menambah pengalaman dalam menangani laga bertekanan tinggi.
Sementara itu, legenda Italia, Marco Tardelli, memberikan pesan khusus kepada Nicolò Barella yang dinilai mengalami penurunan performa.
Tardelli mengingatkan pengalaman pribadinya saat mendapat nasihat dari Enzo Bearzot menjelang Piala Dunia 1978.
“Jika kamu tidak bisa melakukan hal luar biasa, lakukan hal sederhana. Itu kunci untuk bangkit,” ujarnya.
Meski sebagian besar skuad sudah ditentukan, Gattuso masih menyimpan dua keraguan utama.
Di lini tengah, Bryan Cristante bersaing dengan Manuel Locatelli. Sementara di lini belakang, Alessandro Bastoni yang telah pulih dari cedera berpeluang kembali ke starting XI.
Di sisi sayap, Politano sedikit lebih diunggulkan dibandingkan Marco Palestra.
