Bersama pemain-pemain seperti Miralem Pjanic, Bosnia sempat mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil—satu-satunya penampilan mereka di turnamen tersebut sejauh ini.
Kini, Bosnia berada di bawah asuhan Sergej Barbarez, mantan pemain yang juga merupakan legenda sepak bola negara tersebut.
Ia membawa semangat nasionalisme tinggi dan bertekad mengembalikan Bosnia ke level kompetitif di Eropa.
Baca Juga:Media Italia: Nilai Seluruh Pemain Bosnia Sama dengan Dua Pemain Inter di Timnas ItaliaJurnalis Italia: AS Roma Ingin Bawa Pulang Mohamed Salah ke Olimpico
Meski secara peringkat FIFA masih berada di luar jajaran elite, Bosnia tetap dikenal sebagai tim yang sulit ditaklukkan, terutama saat bermain di kandang.
Atmosfer stadion yang panas serta karakter permainan yang keras menjadikan mereka lawan yang tidak bisa diremehkan.
Kemenangan atas Italia pada 1996 bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Itu adalah simbol kebangkitan sebuah negara yang baru keluar dari konflik, sekaligus bukti bahwa dalam sepak bola, determinasi bisa mengalahkan segalanya.
Bagi Italia, kekalahan tersebut menjadi pelajaran pahit. Sementara bagi Bosnia, itu adalah fondasi dari identitas mereka sebagai “Naga dari Balkan”—tim yang mungkin tidak selalu difavoritkan, tetapi selalu mampu menciptakan kejutan.
Kini, setiap kali Bosnia menghadapi tim besar, kenangan itu kembali hidup. Sebuah pengingat bahwa bahkan raksasa seperti Italia pun pernah dibuat tak berdaya oleh semangat juang Sang Naga.
