Bosnia: Naga dari Balkan yang Buat Arrigo Sacchi Dipecat Timnas Italia

Bosnia
Ilustrasi skuad Bosnia  Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Jelang final playoff menuju Piala Dunia 2026 menjamu Italia, tim nasional Bosnia dan Herzegovina mungkin tidak memiliki sejarah panjang seperti raksasa Eropa lainnya.

Namun, Bosnia yang dijuluki “Zmajevi” atau Sang Naga dari Balkan pernah menciptakan salah satu kejutan paling mengejutkan dalam sejarah sepak bola Italia.

Momen itu terjadi saat mereka menumbangkan Italia dan secara tidak langsung mengakhiri era kepelatihan Arrigo Sacchi di tim nasional.

Baca Juga:Media Italia: Nilai Seluruh Pemain Bosnia Sama dengan Dua Pemain Inter di Timnas ItaliaJurnalis Italia: AS Roma Ingin Bawa Pulang Mohamed Salah ke Olimpico

Kisah tersebut bermula pada 6 November 1996, dalam laga persahabatan yang digelar di Sarajevo.

Saat itu, Italia datang dengan status sebagai salah satu kekuatan besar dunia, bahkan baru saja menjadi runner-up Piala Dunia 1994. Namun yang terjadi di lapangan justru di luar dugaan.

Bosnia, yang baru beberapa tahun berdiri sebagai negara merdeka pasca Perang Balkan, tampil penuh semangat dan determinasi tinggi.

Bermain di Stadion Koševo, mereka sukses mengalahkan Italia dengan skor 2-1. Gol kemenangan dicetak oleh Hasan Salihamidzic dan Elvir Bolic.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak bagi Italia. Tak lama setelah laga itu, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengambil keputusan tegas dengan memecat Sacchi dari jabatannya.

Kekalahan dari tim muda seperti Bosnia dianggap sebagai titik nadir yang tak bisa ditoleransi.

Bosnia dan Herzegovina sendiri baru memulai perjalanan internasionalnya pada tahun 1995, setelah bubarnya Yugoslavia.

Baca Juga:Panucci: Berlusconi Tawari Kontrak Baru Usai Tahu Gaji Pertama Saya di AC Milan untuk Beli Rumah Orang TuaSiapa Konstantinos Karetsas? Raja Assist Yunani yang Jadi Incaran AC Milan, Arsenal dan Manchester United

Dengan segala keterbatasan, mereka perlahan membangun identitas sebagai tim nasional yang tangguh dan penuh semangat juang.

Julukan “Zmajevi” mencerminkan karakter tersebut—tim yang mungkin tidak selalu diunggulkan, tetapi mampu memberikan perlawanan sengit bahkan kepada tim-tim besar.

Dalam waktu singkat, Bosnia berhasil menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di panggung internasional.

Perkembangan sepak bola Bosnia mencapai puncaknya saat muncul generasi emas yang dipimpin oleh Edin Dzeko.

Penyerang yang pernah memperkuat Manchester City, AS Roma, dan Inter Milan ini menjadi simbol kekuatan Bosnia di era modern.

Dzeko hingga kini masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Bosnia, sekaligus menjadi ikon sepak bola negara tersebut.

0 Komentar