TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Aksi dugaan premanisme yang terjadi di Objek Wisata Citiis, Gunung Galunggung, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengamuk dan memarahi pemilik vila di sekitar lokasi wisata citiis.
Video berdurasi 4 menit 47 detik tersebut ramai dibagikan warganet. Dalam unggahan itu, pria yang mengenakan jaket hitam tampak berbicara dengan nada tinggi sambil melontarkan ucapan yang membuat suasana di sekitar penginapan warga menjadi tegang.
Dalam keterangan video, pria tersebut diduga hendak meminta “jatah preman” kepada warga sekitar.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Rekaman video memperlihatkan pria itu diduga berada dalam pengaruh minuman keras. Ia beberapa kali berteriak dan mengaku sebagai pihak yang menguasai kawasan Citiis. “Aing teh penguasa Citiis,” ucap pria tersebut dalam video.
Situasi sempat memanas ketika pria itu menepuk tangan salah seorang warga yang sedang memegang telepon genggam untuk melakukan video call. Tidak hanya itu, pria tersebut juga terlihat sempat hendak memukul seorang warga yang berada di area penginapan, bahkan mendorong korban yang berada di lokasi kejadian.
Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga dan pengunjung yang tengah berada di kawasan wisata pemandian air panas Galunggung tersebut. Beruntung, insiden tidak sampai menimbulkan keributan yang lebih besar.
Kapolsek Leuwisari, IPTU Pramono Adi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah bergerak cepat setelah video itu beredar dan langsung melakukan penanganan terhadap pelaku.
Ia menjelaskan, persoalan antara korban dan pelaku telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah kedua belah pihak dipertemukan.
“Peristiwa tersebut sudah kami tangani. Antara korban dan pelaku sudah dilakukan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Selain mediasi, polisi juga memberikan pembinaan tegas kepada pria yang diduga melakukan aksi premanisme tersebut. Kepolisian menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan premanisme di wilayah hukum Polres Tasikmalaya, khususnya kawasan wisata yang menjadi tujuan masyarakat.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
“Kami sudah melakukan pembinaan. Pada prinsipnya, kami tidak mentolerir perilaku premanisme di wilayah Polres Tasikmalaya, khususnya di kawasan Leuwisari,” tegasnya.
