BANJAR, RADARTASIK.ID – Sebanyak 1.644 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Penyaluran dilakukan di Aula Kelurahan Banjar, Senin (31/3/2026).
Lurah Banjar Hendi mengatakan, bantuan pangan difokuskan untuk membantu masyarakat rentan supaya tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Penyaluran ini dilakukan berdasarkan data P3KE dari pemerintah pusat, supaya tepat sasaran. Kami (di daerah) memastikan bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga:Di Kota Tasikmalaya Sampah Seperti Ikut Lebaran, Armada Ditambah, Kadis Sudah Baru, Lalu Apa Masalahnya?Suara yang Sempat Menggema, Lalu Menghilang!
Bantuan pangan yang disalurkan berupa 10 kilogram beras dan 4 kilogram minyak goreng. Itu merupakan alokasi Januari dan Februari tahun 2026.
Pihaknya mengawal proses pendistribusian agar berjalan lancar dan tertib, sehingga masyarakat yang menerima bantuan bisa nyaman tanpa kendala apapun.
Bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial, melainkan menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah di tengah kebutuhan pokok yang tidak menentu.
“Bantuan ini juga diharapkan bisa menekan dampak kenaikan harga bahan pokok, paska lebaran kemarin. Serta menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang penerima Yanti bersyukur mendapatkan bantuan pangan karena ini merupakan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Meski sederhana (bentuk bantuannya), tapi mampu memberikan rasa tenang kepada kami. Setidaknya bisa memenuhi kebutuhan di rumah beberapa hari ke depan,” terangnya.
Diakuinya, bantuan yang diterimanya membantu di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Terlebih harga kebutuhan pokok masih tinggi.
Baca Juga:Pemkot Tasikmalaya Klaim Mendapat Apresiasi atas Penundaan THR ASN!Diduga Pikun, Lansia Tewas Tersambar Kereta Api Argo Wilis di Perlintasan Garut
Harga kebutuhan pokok yang cenderung naik saat Ramadan dan lebaran. Bantuan seperti ini diharapkan masyarakat kecil.
“Kita sebagai penerima maunya dapat terus dan berlanjut, karena masih banyak warga yang membutuhkan. Apalagi masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
