Namun, kondisi yang dihadapi Persebaya saat ini justru bergerak ke arah sebaliknya.
Deretan pemain yang harus menepi karena cedera membuat opsi semakin menipis. Rotasi yang ideal tak lagi mudah dilakukan, dan keseimbangan tim perlahan ikut goyah.
Dampaknya terlihat jelas, terutama di lini belakang.
Area yang semestinya menjadi fondasi permainan justru tampak lebih rapuh dalam beberapa laga terakhir.
Baca Juga:Jordi Amat Ungkap Filosofi Taktik John Hermand di Timnas Indonesia Mirip di Persija JakartaUsai Cetak Gol di Timnas Senior, Mauro Zijlstra Terpacu Tampil Lebih Baik di Skuad Garuda Lawan Bulgaria
Absennya pemain-pemain kunci, ditambah terbatasnya variasi strategi, membuat Persebaya kesulitan menjaga konsistensi tempo dan soliditas permainan.
Bernardo Tavares pun mengakui bahwa situasi tersebut menjadi tantangan besar.
Ketika banyak pemain cedera dan stok pemain untuk mengarungi kompetisi tidak memadai, menjaga daya saing tim menjadi pekerjaan yang jauh lebih sulit.
Kini, Persebaya berada di persimpangan penting musim ini.
Dengan persaingan klasemen yang semakin ketat, Bajul Ijo dituntut segera menemukan kembali taji mereka—sebelum jarak dengan papan atas kian melebar dan ambisi musim ini berubah menjadi sekadar bayang-bayang.
