Pengawasan rutin dan komunikasi yang terus dibangun setiap pekan membuat kondisi tersebut tetap terkendali. Dalam pandangannya, profesionalisme pemain Persib sudah berada pada level yang memadai untuk menghadapi tekanan akhir musim.
Di atas kertas, posisi Persib masih menguntungkan. Mereka memimpin klasemen sementara dengan 58 poin, unggul empat angka dari Borneo FC Samarinda yang terus membayangi di peringkat kedua.
Namun, jarak itu belum aman. Dengan sembilan laga tersisa—lima di antaranya harus dijalani di kandang lawan—setiap poin menjadi taruhan.
Di sinilah kebugaran menjelma menjadi lebih dari sekadar aspek fisik.
Baca Juga:Bek Masa Depan Persib Ingin Bawa Persib Juara, 9 Laga Terakhir di Super League Seperti FinalTarget Beckham Putra di Timnas Indonesia Usai Cetak Gol Perdana di Timnas Senior, Jadi Starter Lawan Bulgaria?
Ia menjadi fondasi mental, konsistensi permainan, sekaligus penentu daya tahan tim dalam menghadapi tekanan.
Persib tidak hanya dituntut menang, tetapi juga bertahan dalam ritme kompetisi yang padat dan melelahkan.
Musim belum selesai, dan jalan menuju gelar masih panjang.
Namun, dari lapangan latihan yang kembali hidup itu, satu hal mulai terlihat jelas: Persib sedang membangun kembali tenaganya, sedikit demi sedikit, untuk satu tujuan—bertahan di puncak hingga garis akhir.
