Diky menambahkan, manfaat SR tidak hanya sebatas pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu.
Lebih dari itu, keberadaan SR juga diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
“Selain sekolah gratis, ada juga potensi lapangan kerja dan perputaran ekonomi dari kebutuhan asrama yang dibiayai pusat,” jelasnya.
Baca Juga:Sampah Menggunung Pasca Lebaran, Kota Tasikmalaya Kebut Bersih-BersihBPBD Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem Kota Tasikmalaya yang Sebabkan Belasan Pohon Roboh
Di tengah janji manfaat yang besar, publik kini menunggu satu hal sederhana: kepastian.
Sebab jika terus berlarut, bukan tak mungkin Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya hanya akan menjadi wacana yang rajin disebut, namun enggan diwujudkan. (rezza rizaldi)
