TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Euforia Lebaran di Kota Tasikmalaya rupanya menyisakan “oleh-oleh” yang tak diundang: penumpukan sampah di sejumlah titik.
Pemerintah Kota Tasikmalaya pun tak punya banyak pilihan selain tancap gas, mempercepat pengangkutan agar kota tak lama-lama terlihat seperti halaman belakang yang lupa disapu.
Lonjakan volume sampah selama libur Hari Raya Idul Fitri diakui meningkat signifikan.
Baca Juga:BPBD Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem Kota Tasikmalaya yang Sebabkan Belasan Pohon RobohLagi, Cuaca Ekstrem Melanda Kota Tasikmalaya: Pohon Tumbang Berjamaah Tutup Jalan dan Timpa Mobil
Kondisi ini memaksa Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengerahkan armada dan petugas kebersihan secara lebih intensif.
Sampah-sampah tersebut diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir, demi mengembalikan wajah kota ke kondisi yang lebih layak pandang—dan tentu layak hirup.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menegaskan percepatan penanganan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kebersihan lingkungan.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa urusan sampah bukan semata tugas pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta mendukung upaya pemerintah,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH, Feri Arif Maulana, menyebut sejumlah titik krusial sudah mulai tertangani.
Di antaranya TPS Pasar Pancasila dan titik pembuangan liar di Jalan Utuy Sobandi yang sebelumnya sempat “membludak”.
Baca Juga:Total Sementara 16 Kejadian Bencana: Dampak dari Cuaca Ekstrem Melanda Kota Tasikmalaya Cuaca Ekstrem Landa Kota Tasikmalaya: Penanganan Diprioritaskan ke Area Publik
“Pengangkutan kami lakukan intensif. Saat ini kondisinya sudah lebih terkendali,” tuturnya.
Pemkot menargetkan seluruh titik penumpukan bisa segera diurai dalam waktu singkat.
Harapannya, aktivitas warga kembali normal tanpa harus berdamai dengan aroma tak sedap yang kerap jadi konsekuensi klasik pasca Lebaran.
Momentum ini pun kembali jadi pengingat: kota bisa saja dibersihkan dalam hitungan hari, tapi kebiasaan membuang sampah sembarangan sering kali butuh lebih dari sekadar imbauan untuk benar-benar dibereskan. (rezza rizaldi)
