TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada satu nama yang belakangan sering membuat mesin pencari sedikit batuk kecil. Namanya. H. Hilman Wiranata, S.Pd., M.Si.
Kalau mengetik namanya di Google, kadang muncul keterangan yang membuat orang Tasik mengernyitkan dahi. Politisi Partai Gerindra.
Padahal di dunia nyata, orang yang mengenalnya tahu, ia lama berlabuh di PPP. Entah Google yang terlalu kreatif. Atau mungkin algoritma sedang bercanda.
Baca Juga:Sekolah Rakyat Mandek di Kota Tasikmalaya, Lahan Belum JelasSampah Menggunung Pasca Lebaran, Kota Tasikmalaya Kebut Bersih-Bersih
Atau ini kemungkinan ketiga—politik memang kadang lebih cepat berpindah daripada update data di internet.
Hilman lahir di Tasikmalaya. 46 tahun lalu. Tidak terlalu tinggi. Tidak juga terlalu besar. Bisa dibilang sosoknya relatif mungil.
Tapi jangan tertipu ukuran badan. Sejarah organisasi sosok ini lumayan panjang. Bahkan agak padat. Seperti CV orang yang tidak pernah libur rapat.
Masa SMA ia habiskan di MAN Tasikmalaya. Lulus 1999. Lalu merantau ke Bandung. Kuliah di UIN Sunan Gunung Djati. Kuliah itu lama. Masuk 1999. Lulus 2007. Delapan tahun.
Di kampus, delapan tahun itu biasanya ada dua kemungkinan: sangat tekun belajar atau sangat tekun berorganisasi. Hilman tampaknya memilih opsi kedua.
Di kampus itulah ia masuk organisasi yang terkenal melahirkan banyak politisi yakni. PMII. Ia bahkan tidak main-main. Pernah menjadi Ketua Komisariat PMII di IAIN Sunan Gunung Djati. Lalu naik level menjadi Sekretaris PC PMII Kabupaten Bandung.
Karier organisasinya menanjak lagi ke tingkat pusat. Wakil Sekretaris PB PMII.
Baca Juga:BPBD Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem Kota Tasikmalaya yang Sebabkan Belasan Pohon RobohLagi, Cuaca Ekstrem Melanda Kota Tasikmalaya: Pohon Tumbang Berjamaah Tutup Jalan dan Timpa Mobil
Di dunia aktivis mahasiswa, itu seperti naik kelas bisnis. Tidak semua orang sampai situ.
Yang menarik, di tengah kesibukan organisasi, Hilman juga sempat masuk dunia media. Ia pernah menjadi Pimpinan Redaksi majalah Al Ma’la Bandung.
Biasanya kalau mantan pemred bertemu wartawan, ada dua kemungkinan, jadi sangat cerewet atau sangat hati-hati bicara. Hilman kadang dua-duanya.
Setelah fase Bandung selesai, ia kembali ke Tasikmalaya. Di sinilah karier politiknya mulai terlihat jelas. Ia masuk PPP. Bukan sebagai penonton.
Ia langsung duduk sebagai Wakil Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2016–2021. Lalu pindah posisi menjadi Bendahara sampai 2026.
