Diterjang Angin Kencang, Rumah Warga di Sukadana Tasikmalaya Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Pohon tumbang rusak rumah di tasikmalaya
Rumah milik Entis Sutisna (49) mengalami kerusakan setelah tertimpa dahan pohon yang patah, Sabtu 28 Maret 2026. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang kembali menimbulkan kerugian bagi warga. Satu rumah milik warga di Kampung Cimanglid, Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, rusak setelah tertimpa dahan pohon yang patah, Sabtu (28/3/2026) sore.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas tinggi, disertai tiupan angin cukup kencang. Kondisi tersebut menyebabkan sebuah pohon kelapa tumbang dan dahannya patah, lalu menimpa area sekitar, termasuk sebuah makam dan rumah warga.

Rumah yang terdampak diketahui milik Entis Sutisna (49), buruh harian lepas yang berdomisili di RT 002 RW 008 Kampung Cimanglid. Saat kejadian, pemilik rumah berada di sekitar lokasi, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Kepala Desa Sukadana, Aang Kusniadi, membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama tumbangnya pohon kelapa yang kemudian merusak rumah warga.

“Pada saat kejadian hujan cukup deras disertai angin kencang. Akibatnya, pohon kelapa tumbang dan bagian dahannya menimpa rumah milik Pak Entis serta area makam yang berada tidak jauh dari lokasi,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, kerusakan rumah korban tergolong cukup signifikan, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang tertimpa dahan berukuran besar. Meski demikian, tidak terdapat korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut.

Kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta, mencakup kerusakan pada atap rumah dan sejumlah komponen bangunan lainnya yang terdampak langsung.

Usai kejadian, aparat desa bersama warga setempat langsung melakukan penanganan darurat dengan bergotong royong membersihkan material pohon yang menimpa rumah korban serta mengevakuasi sisa dahan untuk mencegah risiko lanjutan.

“Upaya yang dilakukan saat itu adalah penanganan awal dengan membersihkan pohon tumbang bersama warga. Kami juga telah membuat laporan kejadian sebagai bahan tindak lanjut,” katanya.

Aang mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi. Warga diminta rutin memeriksa kondisi pohon besar di sekitar rumah, terutama yang sudah tua atau rawan tumbang, guna meminimalisasi risiko kejadian serupa.

0 Komentar