Bek Masa Depan Persib Ingin Bawa Persib Juara, 9 Laga Terakhir di Super League Seperti Final

Bek Masa Depan Persib Ingin Bawa Persib Juara
Bek Masa Depan Persib Ingin Bawa Persib Juara, 9 Laga Terakhir di Super League Seperti Final. Foto: Persib
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Bek masa depan Persib Bandung ingin membawa Persib juara untuk ketiga kali berturut-turut.

Bek timnas Indonesia U-19 ini menilai 9 laga terakhir Persib Bandung seperti final.

Kini. di tengah riuh harapan yang menggema dari tribun hingga gang-gang kecil kota, Persib Bandung berdiri di puncak klasemen BRI Super League 2025/26 dengan keunggulan empat poin.

Baca Juga:Target Beckham Putra di Timnas Indonesia Usai Cetak Gol Perdana di Timnas Senior, Jadi Starter Lawan Bulgaria?Muncul Opsi dan Skema MBG Diberikan 5 Hari Sepekan, Berikut Ini Respons dari BGN

Angka itu tampak tipis, nyaris rapuh, terutama ketika sembilan pertandingan tersisa menanti seperti rangkaian ujian tanpa jeda.

Di ruang ganti yang penuh determinasi, bek masa depan Persib Dion Markx membaca situasi dengan kepala dingin.

Ia tidak sekadar melihat sisa pertandingan sebagai rutinitas kompetisi, melainkan sebagai sembilan “final” yang menuntut ketelitian, keberanian, dan kesetiaan pada rencana permainan.

Laga terdekat melawan Semen Padang FC pada 5 April menjadi pembuka dari rangkaian penentuan itu—sebuah panggung pertama yang bisa menjaga ritme atau justru menggoyahkan langkah.

Dion Markx menilai seluruh elemen tim telah menyepakati satu hal: kemenangan tidak lahir dari individu, melainkan dari kerja kolektif yang konsisten.

Ia menyampaikan bahwa timnya memandang setiap pertandingan layaknya partai puncak, dan jika komitmen bersama itu terus dijaga dengan kerja keras, peluang untuk meraih hasil maksimal akan tetap terbuka lebar.

“Ya kami melihat setiap pertandingan sebagai final. Seperti yang sudah dikatakan oleh semuanya sebelumnya. Saya rasa, jika kami berkomitmen bersama, bersama-sama bekerja keras, kami akan memiliki kesempatan yang besar untuk meraih kemenangan,” kata Dion Markx.

Baca Juga:Persik Kediri Melepas Sementara Vitor Tinoco ke Timnas Saint Kitts and Nevis untuk FIFA Series 2026Pagi Bergerak di Lapang Pendamping GBLA, Skuad Persib Bandung Bersiap Menghadapi Laga-Laga Penting 

Lahir di Nijmegen pada 29 Juni 2005, Dion Markx membawa ketenangan khas pemain muda yang tumbuh di lingkungan sepak bola Eropa.

Namun, di Bandung, ia menemukan sesuatu yang berbeda—sebuah atmosfer yang tidak membebani, justru menguatkan.

Ia merasakan bahwa tim tidak menjadikan posisi di puncak sebagai tekanan, melainkan sebagai tanggung jawab yang dijalani dengan kepala tegak.

Dalam pandangannya, kunci menghadapi sembilan laga tersisa bukanlah rasa cemas, melainkan kepercayaan pada proses yang sudah berjalan.

Ia menuturkan bahwa selama tim mampu mengulang performa yang telah mereka tunjukkan sebelumnya, peluang untuk mengunci gelar juara tetap berada dalam jangkauan.

0 Komentar